Kebakaran Glodok
Korban Kebakaran di Glodok Bakal Terima Santunan dan Jaminan Kesehatan
Teguh memastikan, nantinya pihak Dinas Sosial akan membantu melakukan pendampinan terkait klaim ansuransi terhadap para korban
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAMANSARI - Insiden kebakaran yang menghanguskan 3 lantai di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, menyisakan duka mendalam di benak masyarakat dan keluarga korban.
Sedikitnya ada 14 orang warga dinyatakan hilang dan 7 lainnya ditemukan tewas dalam insiden tersebut.
Hingga kini, pihak pemadam kebakaran (Damkar) dan aparat terkait, tengah berkoordinasi untuk memastikan apakah akan melanjutkan proses pencarian dan evakuasi atau tidak.
Pasalnya, reruntuhan bangunan Glodok Plaza di lantai 9, membuat petugas kesulitan memantau area atau evakuasi korban.
Baca juga: PJ Gubernur Pastikan Hari Ini Pencarian Korban Kebakaran di Glodok Berlanjut
Oleh karena itu, Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menyampaikan, pihaknya akan mengoptimalkan dana kerohiman untuk para korban.
Teguh juga mengaku sudah mengintruksikan dinas terkait untuk melakukan pendataan korban.
"Kami akan optimalkan, Dinas Sosial sudah saya perintahkan untuk melakukan pendataan terkait masalah asuransi dan sebagainya," kata Teguh saat ditemui di lokasi kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (18/1/2025).
Baca juga: Seorang Pramugari Dilaporkan Jadi Korban Hilang Pada Kebakaran di Glodok, Keluarga Tidak Yakin
"Kemudian juga untuk korban lainnya kalau ada JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), itu juga bisa dipergunakan," imbuhnya.
Teguh memastikan, nantinya pihak Dinas Sosial akan membantu melakukan pendampinan terkait klaim ansuransi terhadap para korban.
"Dan nanti dari Pemprov tentu saja akan menyesuaikan dengan yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah provinsi," jelas Teguh.
Sementara itu, terkait rencana kunjungan terhadap keluarga korban, Teguh menyampaikan bahwa pihaknya akan mengatur pertemuan itu sedemikian rupa sebagai bentuk duka cita mendalam.
"Baznas juga sudah memberikan bantuan dan pastinya pemerintah provinsi nanti juga, bukan hanya penjabat gubernur tapi juga dengan seluruh jajarannya," ujar Teguh.
"Nanti kami akan atur sedemikian rupa, pastinya juga kami prihatin dan menyampaikan duka cita," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, petugas pemadam kebakaran (Damkar) kembali menemukan 2 jasad korban tewas akibat kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2025) malam.
Baca juga: Yuki Kato Kehilangan iPhone 11 Gara-gara Kaca Mobilnya Dipecah Maling Saat Berbelanja di Supermarket
Dengan penemuan 2 jasad tersebut, total korban tewas yang berhasil ditemukan berjumlah 7 orang.
Sementara korban hilang, dilaporkan masih berjumlah 14.
"Sampai dengan sore ini, itu kami berhasil mengevakuasi jumlahnya seluruhnya tujuh," kata Plt Kadis Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi kepada wartawan di lokasi, Jumat (17/1/2025).
"Kemudian nanti kami akan kirim ke humas Porli dan RS Polri Kramatjati, nanti akan diidentifikasi. Karena memang secara fisik sudah tidak lagi bisa kami identifikasi," imbuhnya.
Baca juga: Tragedi Kebakaran di Glodok Plaza, Ditemukan 5 Korban Tewas, Semuanya Ditemukan di Lantai 8
Seperti 5 jenazah lain, 2 jenazah yang ditemukan sekira pukul 18.00 WIB itu juga berada di lantai 8, bertumpuk dengan material bangunan yang terbakar.
Menurut Satriadi, jenazah yang ditemukan hanya tersisa kepala saja. Sementara badannya sudah hancur dan tercampur dengan material bangunan.
Selain itu, lanjut dia, ada banyak besi-besi yang berada di dalam lokasi kejadian hingga menganggu proses evakuasi korban.
"Dan ini saja kami masih agak kewalahan. Karena struktur bangunannya sudah tidak stabil," kata Satriadi.
Baca juga: Plaza Glodok Masih Dikepung Asap Meski Sudah Dilakukan Pemadaman 21 Jam
"Kami harus mengais atau menyisir lagi korban sampai dalam. Nah ini juga kenapa kok sampai lama betul kami melakukan evakuasi," imbuhnya.
Oleh karena itu Satriadi belum bisa memastikan apakah pencarian korban akan dilanjutkan kembali atau tidak.
Pasalnya, proses pemadaman oleh tim Damkar sudah dinyatakan selesai, hanya tersisa sedikit pendinginan.
"Kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, kemudian juga dengan pengelola atau pemiliknya (terkait evakuasi korban)," kata Satriadi.
"Karena konstruksi bangunannya sudah tidak lagi memungkinkan kami untuk mengevakuasi. Jadi mungkin perlu ada penanganan khusus. Harus kami rapihkan dulu, kami benahi dulu potong-potong besi-besinya. Nah itu perlu waktu yang lama," imbuhnya. (m40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/petuas-damkar-masih-berupaya-memadamkan-api-di-glodok-plaza.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.