Korupsi
Pernah Dimintai Anggaran Rp 6 Miliar, DPRD DKI Jakarta Tak Terkejut Kadisbud Maling Duit Rakyat
Justin berharap, kejadian ini bisa menjadi perhatian seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya di Pemprov DKI Jakarta.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta tak heran dengan kelakuan Kepala Dinas Kebudayaan Iwan Henry Wardhana yang terlibat korupsi kegiatan fiktif sebesar Rp 150 miliar.
Soalnya Komisi E DPRD DKI Jakarta pernah menemukan anggaran pembelian barang yang dianggap tak rasional.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana, merasa tidak terkejut dengan terungkapnya kasus korupsi berupa kegiatan fiktif ini.
Sebab, dalam pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025 yang dibahas pada 2024 lalu, ada anggaran untuk kegiatan di Disbud yang tak masuk akal.
Baca juga: Jadi Tersanga Korupsi, Kadis dan Kabid Pemanfaatan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Terancam Dipecat
“Tidak heran, sekalipun saya baru bertugas di Komisi E (periode 2019-2024 di Komisi D) tapi dalam pembahasan anggaran (2025) kemarin, ditemukan beberapa hal yang janggal dari permintaan anggaran Disbud,” kata Justin pada Jumat (3/1/2025).
“Jadi kalau sekarang ada hal seperti ini, ya tidak mengherankan,” ucap politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Justin berharap, kejadian ini bisa menjadi perhatian seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya di Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Dukung Kejati Proses Hukum Kasus Korupsi Dinas Kebudayaan
Para pejabat maupun ASN di seluruh SKPD juga diminta untuk menghindari perbuatan tercela seperti korupsi.
Dia mengungkap, pada pembahasan APBD 2025 lalu Disbud mengajukan anggaran hampir Rp 6 miliar untuk pembelian mobile planetarium.
Kata dia, mobile planetarium yang termahal dengan tingkat piksel 4,5 juta harganya cuma 79.000 dollar AS atau setara Rp 1,2 miliar.
Baca juga: Miliki Ruang Khusus di Disbud DKI Jakarta, Kejati Dalami Hubungan Keluarga Kadis dengan Pemilik EO
“Ini rencana beli mobile planetarium, saya tracking di sini Rp 5,8 miliar untuk harga satu mobile,” ucap Justin.
Dia lalu mengecek mobile planetarium buatan Amerika Serikat tak lebih dari Rp 2 miliar.
Justin lalu menyarankan Disbud agar fokus pada kebudayaan Indonesia dan Betawi, bukan kebudayaan yang berkaitan dengan astronomi.
Baca juga: Lowongan Kerja 2025 di UNIQLO Indonesia, Magurame Udon, dan Lawson, Ini Sayarat dan Cara Daftarnya
“Ini kalau beli sampai Rp 6 miliar, nggak tahu saya bikinan mana ini. Jadi kalau kita belanja mobile planetarium ini, saya kira ini bisa disebut pemborosan karena ternyata jauh di atas harga pasaran,” ungkap Justin.
Menurut dia, duit sebanyak itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kebudayaan-Pemerintah-Provinsi-Jakarta-Iwan-Henry-Wardhana.jpg)