Rabu, 29 April 2026

Guru Besar UI

Guru Besar FISIP UI Ungkap Perdagangan Bebas Bikin Kemiskinan Bertambah, Perlu Penthahelix Plus

Guru Besar FISIP UI Ungkap Perdagangan Bebas Bikin Kemiskinan Bertambah di Negera Berkembang, Perlu Penthahelix Plus

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
Humas dan KIP UI
Guru Besar FISIP UI Ungkap Perdagangan Bebas Bikin Kemiskinan Bertambah, Perlu Penthahelix Plus 

Namun, mengingat isu penanggulangan kemiskinan ini adalah isu global, Prof. Fentiny mengatakan,
sebaiknya terdapat satu elemen lagi yang perlu ditambahkan pada pentahelix tersebut, yaitu
Lembaga/ Non Governmental Organization (NGO) internasional, yang mempunyai keberpihakan padanegara berkembang dalam konteks perdagangan bebas.

NGO ini mengadakan penelitian untuk menunjukkan data berbasis bukti. Disamping itu, NGO internasional tersebut dapat mendampingi dan membantu melakukan advokasi ke negara-negara maju dan WTO.

Baca juga: ILUNI UI Dukung Rektor Baru Tuntaskan Investigasi Perkara Gelar Doktor Cumlaude Bahlil Lahadalia

Oleh karena itu, Prof. Fentiny merekomendasikan, yang diimplementasikan dalam penanggulangan
kemiskinan sebagai dampak kebijakan global (free-trade policy), bukan hanya pentahelix, tetapi
pentahelix plus.

“Pentahelix Plus akan memperkuat Indonesia dalam memperoleh manfaat dari perdagangan bebas, dan semoga kelak angka kemiskinan kita dapat menurun hingga mencapai angka ‘no poverty’ seperti yang digariskan dalam SDGs,” ujar Prof. Fentiny.

Profil Singkat Prof Fentiny

Sampai dengan saat ini, Prof. Fentiny aktif melakukan berbagai penelitian, di antaranya Kekerasan
Terhadap Perempuan Pekerja Migran di Taiwan (2023).

Kemudian Pemenuhan Hak Asasi Manusia Generasi Kedua pada Kelompok Masyarakat Termarginal (2018).

Lalu, Assessment and Intervention on Child Abuse, Kindship Guardianship (2018-2019), dan Dampak Positif Perdagangan Bebas Global pada Petani Ikan Hias di Depok, Jawa Barat (2016).

Sebelum memperoleh gelar guru besar dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial, Prof. Fentiny menamatkan
pendidikan program Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial pada tahun 1985 di UI.

Baca juga: UI Bentuk Pelajar SMP Depok Menjadi Agen Perubahan untuk Budaya Sehat di Lingkungan Sekitar

Kemudian, ia menyelesaikan pendidikan di University of Kent, England, dalam bidang Social Work pada 1989.

Pada 2005, ia berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy di Curtin University, Australia dalam bidang
Social Work and Social Policy.

Dalam prosesi pengukuhannya sebagai guru besar ke-46 UI yang dikukuhkan pada tahun ini, turut
hadir Ketua Komnas HAM RI Dr. Atnike Nova Sigiro, M.Sc.

Kemudian PJ. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P, Pj. Bupati Tangerang Dr. Drs. Andi Ony Prihartono, M.Si..

Lalu, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Drs. Pungky Sumadi, MCP, Ph.D.

Kepala Pusat Pelatihan SDM Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Desa PDTT RI Dr. Fujiartanto, MM, M.Si, MA.

Terakhir Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Drs. Amran, M.T.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved