Rabu, 27 Mei 2026

Metropolitan

Bima Arya Bakal Panggil Bupati Konawe Selatan Buntut Somasi Guru Supriyani Bergaji Rp 300.000

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Bakal Panggil Bupati Konawe Selatan Buntut Somasi Guru Supriyani Bergaji Rp 300.000

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Bima Arya Bakal Panggil Bupati Konawe Selatan Buntut Somasi Guru Supriyani Bergaji Rp 300.000 

Ditambah, sambungnya, Supriyani tengah menghadapi proses hukum atas tuduhan penganiayaan terhadap anak Aipda Wibowo Hasyim.

"Kalau menurut secara logika tidak mungkin seorang guru honorer bisa mengecewakan pemda atau bupati. Sehingga harus dilihat juga alasannya," kata Halim.

"Sehingga menurut saya somasi itu akan jadi preseden buruk, saya kira kalau memaafkan rakyatnya akan lebih mulia," lanjutnya.

Anak Aipda Wibowo Akhirnya Terus Terang

Anak Aipda Wibowo Hasyim ternyata mengaku lukanya bukan karena dianiaya guru Supriyani, melainkan disebabkan jatuh.

Namun, Aipda Wibowo Hasyim diduga ngotot membuktikan bahwa guru Supriyani.

Baca juga: Miris, Sudah Kerja Puluhan Tahun Guru Honorer Selalu Terpinggirkan, Salah Siapa?

Pengakuan anak Aipda Wibowo Hasyim itu diungkapkan Lilis, wali kelas sang anak di kelas 1A SDN Baito.

Hal itu disampaikannya seusai menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sulawesi Tenggara.

Tapi, guru Supriyani malah menjalani proses sidang sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Padahal, sebelum kasus di sidangkan, murid berinisial D yang disebut korban pemukulan, dan tak lain anak dari Aipda Wibowo Hasyim (WH), sudah membuat pengakuan yang terang benderang.

"Jadi ada 16 pertanyaan penyidik soal waktu kejadian hari Rabu itu," katanya saat diwawancarai usai diperiksa di Propam Polda Sultra.

Kepada TribunnewsSultra.com, ia yakin Supriyani tak melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan.

Baca juga: Kisruh Pemecatan Guru Honorer, Begini Penjelasan Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Pasalnya, dari pagi hingga pulang sekolah, ia berada di kelas untuk mengajar.

"Sampai anak-anak pulang jam 10 tidak ada kejadian itu, Ibu Supriyani juga mengajar di Kelas 1B," katanya.

Dua hari setelah peristiwa Lilis mengaku baru dengar ada pemukulan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved