Sabtu, 16 Mei 2026

Ekspor Emas Ilegal

Sentil Bea Cukai soal Ekspor 190 Kg Emas Ilegal, Pengamat: Jangan Ditutupi!

Sentil Bea Cukai soal 190 Kg Emas Ilegal, Pengamat: Minta Buka-bukaan, Jangan Ditutupi

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Dok. Pribadi
Pengamat Kebijakan Publik Syaiful. Dok. Pribadi 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Pengamat kebijakan publik, Saiful, menyoroti penanganan kasus dugaan ekspor emas ilegal seberat 190 kilogram yang sebelumnya sempat diungkap dalam konferensi pers pihak Bea Cukai pada 27 April 2026.

Ia menilai aparat terkait seharusnya melakukan penanganan kasus ini secara menyeluruh agar tidak memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Apalagi dalam konferensi pers telah dijelaskan bahwa proses ekspor emas itu diduga dilakukan secara ilegal.

Baca juga: Siapa di Balik Ekspor Emas 190 Kg di Halim? Teka-teki Pemilik Harta Rp502 Miliar Belum Terungkap

“Pada saat konferensi pers di Bea Cukai tanggal 27 April kemarin sudah dijelaskan bahwa proses ekspornya dinilai ilegal. Maka dari itu seharusnya pihak Bea Cukai bisa melakukan tindakan secara komprehensif agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” ujar Saiful dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Saiful menegaskan, langkah penindakan yang komprehensif diperlukan guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.

"Keterbukaan informasi kepada publik penting dilakukan agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan perkara tersebut, termasuk tindak lanjut terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat," tuturnya.

Menurutnya, kasus dugaan ekspor emas ilegal ini telah menjadi perhatian publik karena jumlah emas yang disebut mencapai 190 kilogram.

"Masyarakat pun menunggu kejelasan proses hukum serta langkah lanjutan dari aparat penegak hukum dan instansi terkait," papar Syaiful.

Saiful berharap penanganan kasus tersebut dilakukan secara profesional dan transparan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan pengawasan ekspor-impor nasional.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved