Minggu, 19 April 2026

Kisah Mistis

Cerita Mistis Stasiun Ambarawa, dari Kuntilanak, Tentara Jepang Hingga Raja Belanda

Willem I adalah nama seorang raja Belanda dan Adipati Agung Luksemeburg pertama yang cintai oleh rakyat negeri kincir angin pada masa itu

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Vini Rizki Amelia
Warta Kota/Miftahul Munir
Salah satu kereta tua di Museum Stasiun Ambarawa, Jumat (9/8/2024) lalu. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SEMARANG - Selain memiliki nilai sejarah, Stasiun Ambarawa di Desa Tegalrejo, Kecamatan Amabarawa, Semarang, Jawa Tengah ternyata menyimpan kisah mistis.

Hal itu diungkap oleh pemandu wisata Rudi Harjanto (48), yang menyebutkan di sekitar toilet Stasiun Ambarawa ada sosok kuntilanak.

Kabarnya, sosok tersebut sering menampakan diri kepada warga sekitar maupun para tamu yang datang.

"Terus juga ada kereta seri C1016 pernah tabrak orang sampai meninggal. Konon katanya darah orang yang tertabrak itu dikasih perasan jeruk dan bunga, setiap malam di kereta itu ada yang nangis," katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (9/8/2024) lalu.

Baca juga: Pengelola TPA Liar di Limo Depok Arogan Bikin Warga Geram dan Menutup Paksa

Meski sering mendengar cerita horor dari warga sekitar, ia belum pernah menemukan sosok kuntilanak maupun tangisan korban tabrak kereta.

Sementara, untuk hantu sosok atau penampakan pasukan tentara penjajah, lebih banyak ditemui di Barak Bantir.

Rudi mengaku, di sana sering ada penampakan barisan tentara Jepang tanpa kepala dan membuat warga kabur usai melihatnya.

"Perlu diketahui saat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang, jadi tidak ada laki-laki yang ditahan di sini karena khusus wanita dan anak-anak, mereka ditahan secara tidak manusiawi," tegasnya.

Baca juga: Munas Partai Golkar Tak Sesuai AD/ART, Plt Ketum dan Pengurus Digugat ke PN Jakbar

Ketika Belanda kembali menambil kekuasaan, banyak terjadi pembantaian tentara Jepang hingga pemenggalan kepala.

Hal itulah yang diyakini warga sekitar bahwa hantu tentara Jepang tanpa kepala, merupakan peristiwa pembalasan Belanda.

"Karena memang mereka dibunuh dengan cara yang sama (disiksa dan dipenggal)," jelasnya.

Baca juga: Pemkab Bogor Kembali Gusur Ratusan Bangunan Liar di Puncak, Ini Kata Ketua DPRD Rudy Susmanto

Oleh karena itu, ia memastikan hantu tanpa Kepala yang terlihat di sekitar Bantir sampai Benteng sebelun Stasiun Ambarawa adalah tentara Jepang.

"Karena situasi setelah 1945 Belanda kembali ke sini lagi," imbuhnya. 

Sebelumnya, Kecamatan Ambarawa terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan salah satu daerah penghasil kopi serta gula yang terkenal saat zaman penjajahan Hindia Belanda.

Ambarawa memiliki luas 56,12 km dan berpenduduk 59.914 jiwa dengan kepadatan penduduk 1.486 jiwa/km (Bapedda, 2008 II,11). 

Baca juga: Dewan Pers Tetapkan 11 Anggota Komite Pelaksana Perpres No 32 Tahun 2024

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved