Kisah Mistis
Cerita Mistis Stasiun Ambarawa, dari Kuntilanak, Tentara Jepang Hingga Raja Belanda
Willem I adalah nama seorang raja Belanda dan Adipati Agung Luksemeburg pertama yang cintai oleh rakyat negeri kincir angin pada masa itu
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Vini Rizki Amelia
Namun, Kota Ambarawa saat ini mengalami proses transisi dari daerah pertanian menjadi beberapa kegiatan utama berupa jasa, perdagangan dan industri terutama kayu dan tekstil.
Sebagai informasi, Ambarawa di kelilingi beberapa gunung besar antara lain Gunung Ungaran, Merbabu, Telomoyo, Kelir.
Selain gunung, Ambarawa juga memiliki sejumlah bukit yaitu Kendalisodo, Potro, Kendil dan Gajah.
Rudi Harjanto (48) mengatakan, pemerintahan Hindia Belanda menobatkan kawasa Ambarawa sebagai daerah militer dan dibangun sebuah benteng bernama Willem I.
Baca juga: Bahlil Terancam Batal Jadi Ketum Partai Golkar, Digugat ke PN Jakbar karena Langgar AD/ART
Willem I adalah nama seorang raja Belanda dan Adipati Agung Luksemeburg pertama yang cintai oleh rakyat negeri kincir angin pada masa itu.
Sehingga namanya diabadikan menjadi sebuah benteng militer di Amabarawa, Semarang Jawa Tengah.
Kemudian oleh pemerintahan Hindia Belanda, dibangun sebuah stasiun kereta api karena hasil pertanian di sana yang semakin berlimpah sehingga butuh transportasi yang cepat dan efisien.
"Dibangunnya stasiun ini untuk kepentingan militer dan distiribusi produksi. Jadi berbeda dengan jalur lain, di antara Stasiun Kedungjati dengan Ambarawa kemudian di teruskan sampai ke Magelang dan Yogyakarta, adalah untuk distibusi hasil gula," terangnya, Sabtu (10/8/24). (m26)
| Pengelola TPA Liar di Limo Depok Arogan Bikin Warga Geram dan Menutup Paksa |
|
|---|
| Atasi Darurat Sampah, Warga Beji Depok Ikuti Edukasi Pemilahan Sampah 3 R |
|
|---|
| Partai Gerindra Usung John Wempi Wetipo Jadi Cagub, Komitmen Lakukan Pembangunan di Papua Tengah |
|
|---|
| Bahlil Terancam Batal Jadi Ketum Partai Golkar, Digugat ke PN Jakbar karena Langgar AD/ART |
|
|---|
| Dewan Pers Tetapkan 11 Anggota Komite Pelaksana Perpres No 32 Tahun 2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Salah-satu-kereta-tua-di-Museum-Stasiun-Ambarawa.jpg)