Pilkada Depok 2024

Supian Suri Raih Doktor Ilmu Pemerintahan, Lembaga Studi Visi Nusantara Ungkap Sikap Parpol Depok

Supian Suri Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN, Lembaga Studi Visi Nusantara Ungkap Sikap Parpol

Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Supian Suri Raih Doktor Ilmu Pemerintahan, Lembaga Studi Visi Nusantara Ungkap Sikap Parpol Depok 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Mantan Sekreatris Daerah Kota Depok Supian Suri meraih gelar doktor Ilmu Pemerintahan di IPDN pada tahun 2024.

Gelar doktor tersebut melengkapi rekam jejak pendidikan Supian Suri

Gelar doktor Ilmu Pemerintahan tersebut diharapkan menjadi bekal Supian Suri membangun Kota Depok ke depan menjadi lebih baik.

"Saya mengucapkan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan program doktor Ilmu Pemerintahan di IPDN pada tahun 2024," kata Supian Suri.

Baca juga: Duetkan Birokrat dengan Pengusaha GMIE Sandingkan Bos Baba Rafi dengan Supian Suri di Pilkada Depok

Menurut Supian, keberhasilannya meraih gelar doktor merupakan hasil kerja keras, doa, dan dukungan dari banyak pihak.

Maka dari itu, ia berharap ilmu yang diperolehnya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

"Terima kasih kepada keluarga, dosen, dan teman-teman yang telah memberikan dukungan serta doa sepanjang perjalanan studi saya," tuturnya.

Bagaimana rekam jejak Supian Suri dalam kariernya?

Lulus IPDN pada tahun 1999, Supian Suri  langsung di tempatkan di Pemkot Depok. Dia bertugas sebagai ajudan Wakil Wali Kota Depok pada tahun 2000.

Dua tahun bertugas, Supian naik posisi. Dia menjabat Sekretaris Kelurahan Mekarjaya. Lalu, tiga tahun berikutnya menjadi Kasubag Protokol.

Karier Supian terus menanjak. Tahun 2006 dia ditunjuk menjadi Lurah Jatimulya. Kemudian Lurah Tugu.

Tahun 2010 Supian duduk di kursi Sekretaris Kecamatan Tapos. Setahun kemudian menempati jabatan Kabid P2 Badan Keuangan Daerah.

2014 menjadi Kabag Pemerintahan. Selanjutnya menjabat Sekretaris BKPSDM, Plt Kadin PUPR dan tahun 2020 ditunjuk menjadi Plt Camat Cimanggis.

Baca juga: Ini 8 Calon Wali Kota Depok Berpeluang di Pilkada, Imam Budi - Elly Farida VS Farabi - Supian Suri

Pada tahun yang sama Supian dirotasi menjadi Plt Kadin PMDPST.

Pada tahun 2021, Supian Suri mengikuti bidding kursi Sekretaris Daerah Kota Depok. Kursi Sekda Kota Depok kosong lantaran Hardiono pensiun.

Supian Suri pun akhirnya terpilih menjadi Sekda Kota Depok.

Lembaga Studi Visi Nusantara Ungkap Sikap Parpol

Pengamat politik dari Lembaga Studi Visi Nusantara, Yusfitriadi, mengatakan, Pilkada Kota Depok 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon.

"Pilkada kota depok berpotensi hanya diikuti oleh satu pasangan calon yang dihadapkan dengan kotak kosong," kata Yuafitriadi kepada wartawan Minggu (28/7/2024).

Dia menjelaskan, Imam Budi Hartono (IBH) dan Ririn digadang-gadang akan dipasangkan pada pillkada Kota Depok mendatang.

Baca juga: Bidik Kemenangan Pilkada 2024 Depok, Supian Suri Dapat Amunisi Baru Dukungan dari Generasi SS

Sementara Supian Suri yang cukup santer disebut-sebut akan melawan Imam Budi Hartono sampai saat ini belum mendapat rekomendasi partai manapun.

"Besar kemungkinan partai-partai tingkat lokal Kota Depok yang selama ini sudah menyatakan dukungannya terhadap supian suri hanyalah PHP (Pemberi Harapan Palsu), hanya sekedar kepentingan prakmatis dan transaksional," ujarnya.

Yusfitriadi menambahkan Partai Gerindra yang disebut-sebut akan mengusung Supian Suri sampai saat ini belum juga mendapat surat tugas dari DPP Partai Gerindra.

"Supian Suri juga sampai saat ini tidak didukung oleh tingkat elektabilitas yang memadai," paparnya.

Menurut Yusfitriadi, belum ada lembaga survei manapun yang menyatakan Supian Suri mempunyai elektabikitas yang layak untuk maju pada Pilkada Kota Depok 2024.

Padahal modal elektabilitas itulah salah satu yang menjadi pertimbangan DPP Partai Politik untuk mengeluarkan surat tugas atau surat rekomendasi.

"Supian Suri berpotensi tidak mendapatkan rekomendasi partai untuk mengusungnya. Jika kondisi ini terjadi, Pilkada Kota Depok berpotensi hanya diikuti oleh satu pasangan calon yang dihadapkan dengan kotak kosong," tandas Yusfitriadi.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved