Pilkada Bogor
Maju Pilkada Bogor 2024, Ini Sosok Sulhajji Jompa
Sulhajji Jompa merupakan politisi Partai Golkar yang berprofesi sebagai pengusaha dan akademisi.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GUNUNG SINDUR - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024, sejumlah nama kandidat Calon Bupati Bogor muncul ke permukaan. Ada politisi, pengusaha hingga akademisi.
Salah satu nama yang muncul sebagai bakal Calon Bupati Bogor 2024 adalah Dr. Ir. Sulhajji Jompa, M.Sc. Siapakah dia?
Sulhajji Jompa merupakan politisi Partai Golkar yang berprofesi sebagai pengusaha dan akademisi.
Dia lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, 54 tahun yang lalu.
Baca juga: Dukung Jaro Ade Raih Kursi Bupati Bogor 2024, Partai Golkar Mulai Lakukan Konsolidasi
Sulhajji berasal dari latar belakang keluarga militer. Ayahnya seorang prajurit TNI yang ikut memberantas pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dan RMS (Republik Maluku Selatan).
Berkat didikan didikan orang tuanya, Sulhajji bersama delapan saudaranya bisa mengenyam pendidikan yang layak.
Gaji yang terbatas membuat orang tua mewajibkan mereka kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
"Alhamdulilah, kami semua masuk universitas negeri dan perjalanan karir kami berjalan sesuai alur kehidupan. Kakak di atas saya (nomor empat-Red) saat ini menjadi rektor Universitas Hasanudin di Makasar," kata Sulhajji dalam wawancara eksklusif dengan Warta Kota (Tribun Network-Red) di Gunung Sindur, Bogor, Selasa (4/6/2024).
Baca juga: DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor Usulkan Jaro Ade Sebagai Calon Bupati Bogor 2024
Sulhajji menyelesaikan kuliah S1 di Universitas Hasanudin (Unhas) Jurusan Teknik Mesin.
Saat kuliah dia masuk dalam program percepatan insinyur yang digagas Menristek BJ Habibie.
"Karena waktu itu negara kita kekurangan insinyur, maka Pak Habibi bikin program percepatan insinyur. Saya lulus kuliah tepat waktu sesuai target yaitu empat tahun," ujarnya.
Pada masa itu, lanjutnya, kuliah teknik mesin membutuhkan waktu minimal 7-8 tahun.
Baca juga: Sudah Siap Maju Pilkada Bogor 2024, Rudy Susmanto Tunggu Arahan Prabowo Subianto
"Setelah lulus kuliah di Unhas, saya masuk ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1993," tuturnya.
Dia mengaku masuk ke BPPT melalui seleksi yang ketat. Dari 200 orang yang mengikuti tes, hanya 4 orang yang diterima.
"Saya mewakili Indonesia Timur, lalu ada dari ITB, UGM dan Universitas Brawijaya. Ini salah satu prestasi yang menjadi kebanggaan saya," ucap Sulhajji.
Sambil menjalani pekerjaan sebagai peneliti di BPPT, Sulhajji melanjutkan studi magister (S2) di Universitas Indonesia (UI) Jurusan Material Sains.
Kemudian dia melanjutkan studi doktoral (S3) di Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam.
Dalam perjalanan sebagai ASN, Sulhajji merasa miris dengan kehidupan pegawai negeri yang kurang begitu sejahtera.
Dia terdorong untuk berjuang mendapatkan penghasilan lebih tinggi untuk membantu keluarga di kampung.
"Adik-adik saya masih sekolah. Karena itu, saya mulai belajar bisnis dengan memanfaatkan waktu-waktu luang yang kosong," bebernya.
Sulhajji laku nekat membuat perusahaan. Model bisnis yang ditekuninya berubah-ubah mengikut tren sehingga sampai pada core businness yang bagus.
"Awalnya kita bisnis pengadaan barang dan jasa, ikut kontraktor dan mengerjakan pekerjaan PL (Penunjukan Langsung) yang kecil. Kami mulai yang kecil supaya kuat saat dapat yang besar," ucapnya.
Setelah mencoba berbagai model bisnis, saat ini Sulhajji menekuni usaha di bidang properti melalui PT Bulisu Properti Cendikia dan usaha travel umroh haji melalui PT. Maega Rihlah Amanah.
Dia merasa bisnis umroh haji yang ditekuninya saat ini ada kaitan dengan nama Sulhajji Jompa yang diberikan orang tuanya.
"Jompa itu nama bapak saya. Sementara Sulhajji diberikan karena saya lahir bulan Zulhijjah. Di Sulawesi, lebaran Dzulhijah disebut lebaran Sulhaji atau lebaran haji," jelasnya.
Ketika dihubungkan dengan perjalanan hidupnya, Sulhajji merasa nama yang diberikan orang tuanya itu sebagai bagian dari doa supaya anaknya bisa jadi haji.
"Doanya terkabulkan sekaligus diberi perusahaan travel haji umroh. Alhamdulilah, saya bisa bolak-balik Mekah," tandas Sulhajji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bakal-Calon-Bupati-Bogor-Sulhajji-JompaSulhajji-saat-wawancara-eksklusif-dengan-Warta-Kota.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.