Selasa, 5 Mei 2026

Ramadan

Syiar Ramadhan UI 2024, Bang Yahya: Dapur Dapat Tingkatkan Rasa Cinta Terhadap Budaya Indonesia

Ngabuburit Budaya, Syiar Ramadhan UI 2024, Bang Yahya: Dapur dapat tingkatkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
Humas dan KIP UI
Syiar Ramadhan UI 2024, Bang Yahya: Dapur Dapat Tingkatkan Rasa Cinta Terhadap Budaya Indonesia 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kepala Sub Direktorat Layanan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI), Achmad Solechan, S.Si., M.Si, mengatakan, keterbukaan dalam budaya akan menjauhkan kita dari perilaku, tindakan, dan sikap yang eksklusif.

Sehingga kita menjadi orang yang inklusif yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Sebab, orang yang berbudaya itu biasanya santun dan tidak memenuhi diri dengan hawa nafsu atau egois.

Baca juga: Catat Prestasi, UI Jadi Perguruan Tinggi Terbanyak yang Mahasiswa Dapat Beasiswa IISMA

Ini sejalan dengan makna puasa yang di antaranya adalah untuk mengekang hawa nafsu.

Hal itu disampaikan Achmad Solechan, S.Si., M.Si. selaku Kepala Sub Direktorat Layanan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) di acara Ngabuburit Budaya.

Ngabuburit Budaya itu dilaksanakan di Gedung Makara Art Center (MAC) UI, Jumat (22/3/2024).

Ngabuburit Budaya bertema “Penanaman Nilai Kebangsaan melalui Kebudayaan” ini merupakan bagian dari program Syiar Ramadhan UI 2024 yang diselenggarakan oleh MAC UI bekerja sama dengan Komunitas Bakul Budaya dan Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni UI.

Baca juga: Senat Akademik UI Tetapkan 6 Majelis Wali Amanat UI dari Unsur Masyarat 2024-2029, Ada Dirut Garuda

Sesi talkshow Ngabuburit Budaya diisi oleh dua narasumber, yakni Budayawan sekaligus Ketua
Asosiasi Tradisi Lisan DKI Jakarta, Yahya Andi Saputra, serta Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Dr.
Rahmat Hidayat, S.S., M.M.A.

Keduanya secara interaktif berbagi pandangan tentang pentingnya melestarikan budaya dan tradisi lokal, serta tantangan yang dihadapi di era modern ini.

Pengetahuan tradisional kini menjadi asing di telinga masyarakat Indonesia.

Meski di lingkup akademik konten atau materi terkait penanaman budaya masih dipelajari, namun bentuk kearifan lokal sudah jarang disaksikan dalam praktik sehari-hari.

Baca juga: UI Dampingi Pesantren Algebra IIBS Bogor Olah Sampah Organik Menjadi Tenaga Listrik

Dalam hal ini, Bang Yahya menawarkan cara untuk menghidupkan kembali rasa cinta terhadap budaya Indonesia, salah satunya melalui dapur.

“Dengan menggunakan peralatan memasak khas Indonesia, seperti dandang dan bakul, seseorang
dapat menghidupkan kembali tradisi lokal yang mengajarkan pentingnya kesederhanaan.

Adanya teknologi yang berkembang saat ini telah banyak mengubah kebiasaan-kebiasaan masyarakat,
terutama saat di dapur, dan mendegradasi peralatan masak yang dahulu fungsional,” ujarnya.

Baca juga: Indonesia Tertinggi Bahayanya Anak Kurang Perhatian Ayah, Psikolog UI Sampaikan Rekomendasi dan Tips

Menurut Dr. Rahmat, terlepas dari keberagaman suku bangsa di Indonesia, ada pola-pola dasar
yang membuat bangsa Indonesia saling terhubung satu sama lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved