Ramadan
Syiar Ramadhan UI 2024, Bang Yahya: Dapur Dapat Tingkatkan Rasa Cinta Terhadap Budaya Indonesia
Ngabuburit Budaya, Syiar Ramadhan UI 2024, Bang Yahya: Dapur dapat tingkatkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kepala Sub Direktorat Layanan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI), Achmad Solechan, S.Si., M.Si, mengatakan, keterbukaan dalam budaya akan menjauhkan kita dari perilaku, tindakan, dan sikap yang eksklusif.
Sehingga kita menjadi orang yang inklusif yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebab, orang yang berbudaya itu biasanya santun dan tidak memenuhi diri dengan hawa nafsu atau egois.
Baca juga: Catat Prestasi, UI Jadi Perguruan Tinggi Terbanyak yang Mahasiswa Dapat Beasiswa IISMA
Ini sejalan dengan makna puasa yang di antaranya adalah untuk mengekang hawa nafsu.
Hal itu disampaikan Achmad Solechan, S.Si., M.Si. selaku Kepala Sub Direktorat Layanan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) di acara Ngabuburit Budaya.
Ngabuburit Budaya itu dilaksanakan di Gedung Makara Art Center (MAC) UI, Jumat (22/3/2024).
Ngabuburit Budaya bertema “Penanaman Nilai Kebangsaan melalui Kebudayaan” ini merupakan bagian dari program Syiar Ramadhan UI 2024 yang diselenggarakan oleh MAC UI bekerja sama dengan Komunitas Bakul Budaya dan Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni UI.
Baca juga: Senat Akademik UI Tetapkan 6 Majelis Wali Amanat UI dari Unsur Masyarat 2024-2029, Ada Dirut Garuda
Sesi talkshow Ngabuburit Budaya diisi oleh dua narasumber, yakni Budayawan sekaligus Ketua
Asosiasi Tradisi Lisan DKI Jakarta, Yahya Andi Saputra, serta Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Dr.
Rahmat Hidayat, S.S., M.M.A.
Keduanya secara interaktif berbagi pandangan tentang pentingnya melestarikan budaya dan tradisi lokal, serta tantangan yang dihadapi di era modern ini.
Pengetahuan tradisional kini menjadi asing di telinga masyarakat Indonesia.
Meski di lingkup akademik konten atau materi terkait penanaman budaya masih dipelajari, namun bentuk kearifan lokal sudah jarang disaksikan dalam praktik sehari-hari.
Baca juga: UI Dampingi Pesantren Algebra IIBS Bogor Olah Sampah Organik Menjadi Tenaga Listrik
Dalam hal ini, Bang Yahya menawarkan cara untuk menghidupkan kembali rasa cinta terhadap budaya Indonesia, salah satunya melalui dapur.
“Dengan menggunakan peralatan memasak khas Indonesia, seperti dandang dan bakul, seseorang
dapat menghidupkan kembali tradisi lokal yang mengajarkan pentingnya kesederhanaan.
Adanya teknologi yang berkembang saat ini telah banyak mengubah kebiasaan-kebiasaan masyarakat,
terutama saat di dapur, dan mendegradasi peralatan masak yang dahulu fungsional,” ujarnya.
Baca juga: Indonesia Tertinggi Bahayanya Anak Kurang Perhatian Ayah, Psikolog UI Sampaikan Rekomendasi dan Tips
Menurut Dr. Rahmat, terlepas dari keberagaman suku bangsa di Indonesia, ada pola-pola dasar
yang membuat bangsa Indonesia saling terhubung satu sama lain.
| Disambut Barongsai, Shinta Wahid dan INTI Rangkul 500 Kaum Dhuafa di Penutupan Sahur Keliling 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa & Azan Magrib Kota Depok Hari Ini, 17 Maret 2026 |
|
|---|
| Waktu Buka Puasa Makin Maju, Cek Jadwal Azan Magrib dan Salat di Kota Depok pada Senin 16 Maret 2026 |
|
|---|
| Gelar Aksi Sosial Ramadan, Pecinta Vespa Santuni Ratusan Anak Yatim di Depok |
|
|---|
| Lebaran Makin Dekat, Ini Jadwal Buka Puasa dan Salat di Kota Depok Hari Ini Minggu, 15 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Syiar-Ramadhan-UI-2024.jpg)