Jumat, 1 Mei 2026

Berita Universitas Indonesia

Lestarikan Budaya Jawa, Ini Upaya yang Dilakukan Universitas Indonesia

Jumlah masyarakat yang menggunakan bahasa Jawa saat ini cenderung menurun karena beralih ke Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo

Universitas Indonesia melalui Komunitas Wayang UI yang dipimpin oleh Dwi Woro Retno Mastuti memberikan penghargaan kepada dalang terkenal Ki Mantep Sudarsono pada 2018 lalu.

Mara menambahkan UI juga pernah melakukan pengabdian masyarakat untuk mendukung pencatatan Seni Kriya Logam Tumang sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dari provinsi Jawa Tengah.

"Pembuatan dokumen kami bantu lalu dikirimkan ke Kabupaten Boyolali. Bupati  mengirimkan ke provinsi dan diteruskan ke pemerintah pusat sampai diakui sebagai warisan budaya tak benda," ujarnya.

Tak hanya sampai di situ, Mara bersama FIB UI membuat policy brief lalu dikirim ke  Bupati Boyolali agar bisa dibuat aturan khusus untuk seni kriya logam ini.

Bupati Boyolali menerima dengan senang hati dan terbuka. Dia meminta Kepala Desa Cepogo membuat Perdes (Peraturan Desa).

"Kenapa hanya Perdes? Karena Seni Kriya Logam Tumang itu hanya ada di Dukuh Tumang, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Pengrajinnya ada sekira 2.000. Setelah ada Permendes semua sekolah di wilayah tersebut wajib membuat ekstra kurikuler Seni Kriya Logam Tumang," ungkapnya.

Rencananya, Universitas Indonesia akan membantu seniman budaya Jawa untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektjal (HAKI) HAKI atas produk yang mereka ciptakan.

"Ini akan menjadi bagian dari pengabdian UI untuk masyarakat luas," ungkap Mara.

Mara berharap makin budaya Jawa, baik bahasa, aksara dan sastra Jawa, dikemas dalam berbagai platform seperti Applikasi (Apps) dan Artificial Inteligence (AI) sehingga bisa terhubung dengan dunia kekinian.

"Teknologi sudah maju, kita harus mau berdaptasi dengan lingkungan saat ini. Harapannya sih sebetulnya kita bisa mengajak anak-anak atau generasi muda untuk belajar bahasa Jawa dengan menyenangkan," tandasnya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved