Jumat, 12 Juni 2026

Pemilu 2024

Profil Jaro Ade, Kandidat Terkuat Bupati Bogor 2024

Jaro Ade memiliki nama asli Ade Ruhandi. Dia lahir di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor pada 7 Agustus 1973.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Politisi Golkar Jaro Ade saat kampanye di Kecamatan Sukajaya pada Minggu (4/2/2024) 

Jaro Ade mengungkapkan kondisi pendidikan masyarakat di kampungnya saat kecil cukup prihatin.

"Dari kampung saya, siswa yang sekolah SMP saja cuma 2 orang, anak kepala desa dan saya. Anak-anak lain tidak bisa melanjutkan sekolah karena jarak jauh dan tidak punya uang. Karena itu, kalau bicara pendidikan saya selalu dukung," tuturnya.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor 2016-2021 ini bersyukur mempunyai keluarga yang begitu kompak dan saling mendukung.

Semua anggota keluarganya sangat mendukung langkah Jaro Ade, baik dalam karir maupun dunia politik.

"Istri saya sangat dukung perjalanan saya di dunia politik. Kadang kita berbagi waktu pergi ke Banten karena di sana juga ada pesantren yang diurus oleh keluarga, peninggalan dari kakek mertua," kata Jaro Ade.

Keluarga istri Jaro Ade di Banten, baik dari jalur bapak maupun ibunya, memang berasal dari latar belakang pesantren.

"Jadi kalau kita pulang ke Banten, itu pasti sudah sarungan," imbuhnya.

Jaro Ade membangun karir politik secara alami mulai dari bawah. Dia bergabung dengan Partai Golkar pada akhir 1990-an. 

Dia memulai karir sebagai Kepala Desa Cileuksa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada 2000-2008.

"Jenjang karir saya di pemerintahan dimulai waktu jadi kepala Desa Cileuksa. Saya menjadi kepala desa atas permintaan tokoh-tokoh masyarakat. Kebetulah lurah sebelumnya sudah habis masa jabatannya sesuai regulasi Undang-Undang, maka tokoh-tokoh meminta saya jadi kepala desa," ungkap Jaro Ade.

Namun sebelum menjadi kepala desa, Jaro Ade mengaku aktif di organisasi kepemudaan seperti karang taruna.

Dia juga sering menjadi panitia perimgatan hari besar keagamaan seperti Maulid, Isra Miraj, dan kegiatan olahraga seperti kompetisi sepak bola.

"Masyarakat melihat semua ini sehingga meminta saya jadi kepala desa. Kalau sekarang jadi kades banyak keluar uang, saya tidak. Boleh ditanya ke tokoh-tokoh masyarakat dan panitia pemilihan yang kini masih ada," tambahnya.

Dalam pemilihan kepala desa pada akhir 1999, Jaro Ade mendapatkan 99 persen.

"Saat itu lawan saya dapat 63 suara perempuan dan laki-laki 36 suara, sisanya ke saya," tutur Jaro Ade.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved