Kesehatan
Cegah Anak Alami Stunting Perbanyak Konsumsi Protein Hewani Terutama Ikan
Dokter Luna menambahkan bahwa kondisi stunting pada anak juga akan mempengaruhi pertumbuhan otak anak.
Dokter Luna menyatakan bahwa orangtua juga perlu untuk lebih memperkenalkan anak konsumsi ikan.
Caranya dengan membuat variasi olahan ikan agar menarik bagi anak.
Baik itu digoreng maupun dikukus.
Sebab itu, hal yang terpenting adalah anak diperkenalkan dengan menu makan keluarga.
"Untuk pengolahan ikan boleh aja mau dalam bentuk apapun karena setiap orang punya preferensi yang berbeda, kadang ya kalau anak kita makan ikan yang olahan tapi kita makan pepes, pasti anaknya minta makan pepes," katanya
"Jadi memang seharusnya menu makan keluarga atau sepiring bersama dengan keluarga," tambah dokter Luna.
Karena ikan memiliki kandungan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia, maka dokter Luna merekomendasikan masyarakat Indonesia terutama anak-anak untuk lebih meningkatkan konsumsi ikan
"Untuk porsi ikannya ya memang harus sedikit-sedikit, setuju sekali memang bahwa ikan bukan sesuatu yang tidak boleh kita kenalkan saat Mpasi," ucapnya.
Jadi awal-awal makan biasanya selain daging sapi, ayam, nah kalau ikan itu konsumsi ikan tawar dulu. Apalagi ikan lokal, seperti gurame, gabus, kembung.
Jadi sebenarnya bagus banget kalau kita bisa mengolah ikan lokal untuk anak-anak di indonesia dengan mudah murah berkualitas dan juga pastinya enak.
Ia juga menyarankan anak-anak untuk mengonsumsi jenis ikan air tawar yang banyak di temui di Indonesia seperti, gurame, gabus, kembung dan lain-lain.
"Jadi sebenarnya bagus banget kalau kita bisa mengolah ikan lokal untuk anak-anak di Indonesia karena mudah didapat, murah, berkualitas dan juga pastinya enak," ujarnya.
Konsumsi protein hewani masyarakat indonesia 52 persen adalah ikan
Sementara, Sales Manager Tilapia & Seafood, PT Suri Tani Pemuka (STP), Hersynanda Karyadi Utama dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, mengutip data Susenas BPS tahun 2022 yang dikumpulkan dari hasil survei pada 2016 sampai 2022, bahwa konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia 52 persennya adalah ikan.
Tapi ketika ditelisik lebih dalam, dari 52 persen konsumsi ikan ternyata di dalamnya ada jenis ikan peda, ikan asin, termasuk konsumsi ikan yang sudah di awetkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ahli-Gizi-Dokter-Luna.jpg)