Selasa, 5 Mei 2026

Depok Hari Ini

Komisi D DPRD Depok Minta PMT Balita Stunting Ditunda Dulu, Begini Kata Kadinkes Depok

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati berharap tidak ada penundaan dalam pelaksanaan program PMT ini.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati saat ditemui di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (17/11/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Ikravany Hilman meminta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita stunting di Depok ditunda untuk sementara waktu.

Hal itu diungkapkan Ikravany dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok di Gedung DPRD Kota Depok, Cilodong, Jumat (17/11/2023).

"Kami minta program PMT ini ditunda dulu untuk sementara waktu sambil menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul. Dinkes lakukan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait agar program ini tepat sasaran," kata Ikravany di Cilodong.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati berharap tidak ada penundaan dalam pelaksanaan program PMT ini.

Baca juga: Menu untuk Cegah Stunting Dianggap Tak Cukupi Kebutuhan Gizi, DPRD Kota Depok Panggil Pihak Terkait

"Kami masih menunggu rekomendasi dari Komisi D DPRD. Kami harapkan program ini terus berjalan. Kalau ditunda, ada kemungkinan tidak terserap anggarannya karena 15 Desember 2023 sudah tutup buku," ungkap Mary.

Dia menjelaskan program ini rencananya akan berakhir pada 7 Desember 2023. Kalau ditunda atau diundur lagi maka ada kemungkinan  tidak semua anggarannya terserap.

"Setelah selesai pada 7 Desember 2023, kita harapkan administrasi dan lain sebagainya berakhir pada 15 Desember. Kalau mundur lagi takutnya ada anggaran yang tidak terserap," papar Mary.

Baca juga: Guru Besar FKM UI Nilai Pemberian Makanan Tambahan Balita Tidak Efektif Turunkan Angka Stunting

Mary berterima kasih dengan adanya RDP ini sebagai upaya evaluasi mengenai kendala-kendala yang ada di lapangan.

"Semua saran dan masukan dari semua pihak sangat kami harapkan. Kami ingin program ini sukses untuk mengatasi permasalahan gizi dan stunting di Kota Depok," tuturnya.

Dia menjelaskan program PMT ini terdiri dari 6 hari kudapan dan satu hari menu lengkap sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.

"Tidak ada perbedaan harga antara kudapan dan makanan lengkap. Harganya sama-sama Rp 18.000," beber Mary.

Baca juga: DPRD Kota Depok Persoalkan Menu Stunting, Rp 18.000 Cuma Dapat Nasi dan Kuah Sop

Berdasarkan informasi dari WUB (Wira Usaha Baru) yang menjadi penyedia makanan, anggaran Rp 18.000 itu termasuk potong pajak 2 persen, biaya aplikasi M-Biz 2 persen dan biaya distribusi melalui Ocan Bananas (Ojek Cantik Membawa Makanan Balita Stunting).

"Kalau WUB belum ada NPWP potongan pajaknya 4 persen. Dari WUB makanan dikirim ke kelurahan lalu diantar ke rumah sasaran oleh Ocan Bananas," ungkap Mary.

Mengenai kandungan gizi, Mary memastikan kudapan itu mengandung nilai gizi yang sangat tinggi karena mengandung dua protein hewani yang berbeda, seperti telur dengan ayam, daging dengan telur atau ikan dengan telur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved