Kamis, 28 Mei 2026

Politik

Prabowo Subianto Dinilai Sebagai Sosok Capres Berhati Besar, Pengamat: Demi Keutuhan NKRI

Prabowo berbesar hati menerima kekalahan dan bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi merupakan langkah untuk menjaga keutuhan NKRI

Tayang:
Warta Kota/dok. Partai Gerindra
Kedatangan Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Solo, disambut oleh ratusan relawan “Bolone Mase” di Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat Sore (23/6/2023). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar yakni Ujang Komarudin memberikan pandangannya terkait sosok Prabowo Subianto.

Menurut Ujang, politisi yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan sosok calon presiden (Capres) berhati besar.

Hal itu dinilai dari sikap Prabowo yang legowo saat menerima kekalahan dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Prabowo berbesar hati, itu yang dilakukan Prabowo untuk menerima kekalahan dan bergabung dengan pemerintahan Jokowi," ucap Ujang, Jumat (7/7/2023).

Baca juga: Info Terkini Cuaca Depok Jumat 7 Juli 2023, BMKG: Waspada Hujan Lebat di Siang Hari

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu juga menyebut dengan bergabungnya Prabowo ke dalam pemerintahan Presiden Jokowi, telah membuktikan bahwa Prabowo tidak menyimpan dendam kepada lawan politiknya.

Dia menilai Prabowo Subianto melakukan hal tersebut karena memiliki tujuan yang sama dengan Jokowi, yakni sama-sama ingin memajukan Indonesia menjadi lebih baik.

Menurut Ujang, saat ini Prabowo telah nyaman dengan posisinya sebagai menteri pertahanan.

Baca juga: Survei Internal PKS, Imam Budi Hartono Jadi Kandidat Terkuat Calon Walikota Depok 2024

Di sisi lain, Ujang juga meyakini para pendukung yang sempat berpaling dari Prabowo lambat laun mulai kembali karena mengetahui kebesaran hati Prabowo.

Ujang mengungkapkan dengan Prabowo berbesar hati menerima kekalahan dan bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi merupakan langkah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Artinya pilihan mengakui kekalahan, berbesar hati, lalu mendukung Jokowi di pemerintahan untuk menjaga persatuan itu menjadi langkah Prabowo untuk menjaga kesatuan dan persatuan," jelas dia. (m27)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved