Prestasi UI
Dosen FTUI Ahli Rekayasa Struktural Nuraziz Handika Masuk Jajaran Ilmuwan Muda Indonesia 2022
Nuraziz Handika, Dosen FTUI Ahli Rekayasa Struktural masuk jajaran Ilmuwan Muda Indonesia 2022.
Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
“Berangkat dari riset dasar hingga hilirisasi, perkembangan teknologi adalah salah satu bentuk manfaat sains yang saat ini berkembang secara eksponensial. Tentunya manfaat sains sangat terasa di era pandemi Covid-19. Terlihat formulasi kebijakan pemerintah memerlukan masukan dari sains,” ujar Prof. Satryo.
Baca juga: Punya KUHP Buatan Indonesia, Ini Komentar Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia
Di sesi siang, dengan mengusung tema “Memperkuat Arsitektur Sains Masa Depan oleh Ilmuwan Muda Indonesia”, para ilmuwan muda yang hadir melakukan diskusi berdasarkan kluster risetnya.
“Saya tergabung dalam kluster Material dan Sains Komputasi. Pembahasan berbasis pada buku yang diterbitkan AIPI berjudul Sains45 Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsiong Satu Abad Kemerdekaan. Poin-poin yang dihasilkan dari diskusi tersebut akan diintegrasikan ke dalam buku ini sebagai bentuk kontekstualisasi dan penguatan visi sains Indonesia 2045," tutur Aziz
"Banyak potensi sumber daya alam di Indonesia yang perlu kita sadari kita miliki untuk dapat didayagunakan dengan bijak demi keberlangsungan hidup di masa datang,” tambah Aziz, yang mengajar di bidang spesialisasi struktur, khususnya dalam eksperimen dan pemodelan numerik mekanika kehancuran (Damage Mechanics), retak, dan ketahanan material.
Setelah kongres berlangsung, Aziz lanjut menghadiri Science Leadership Collaborative Network Gathering (4/12) bersama 21 ilmuwan lainnya.
Baca juga: Dua Mahasiswa Universitas Indonesia Dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2022
Kegiatan ini akan dipandu oleh Beth Macdonald, Louie Angsico, dan Sahala Harahap.
Ketiganya merupakan pakar pengembangan kepemimpinan dari Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia yang akan membantu para peserta untuk mengembangkan potensinya dalam memimpin dan menciptakan dampak.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk dapat berpartisipasi dalam program SLC ini. Banyak pelajaran yang diperoleh, seperti awareness (kesadaran) terhadap kondisi dan lingkungan sekitar, warm data session, fluid mind practice, dan sebagainya. Hal yang menarik adalah bagaimana mempraktikkan beberapa cara berpikir dan pemecahan masalah tersebut di kehidupan nyata. Well, at the end, we need to believe on our instinct. Naluri terasah bersama waktu dan pengalaman. Di sanalah pengalaman menjadi guru terbaik bagi setiap insan,” tandas Aziz.
Bertemu secara luring dengan peserta SLC lain setelah beberapa bulan hanya bertemu secara daring, menurut Aziz menjadi momen untuk saling mengakrabkan diri.
Pada SLC Network Gathering, hadir peneliti dari berbagai bidang, diantaranya kesehatan, sains sosial, hukum, teknik, ilmu pengetahuan alam, IT, hingga ekonomi.
Dengan beragam latar belakang pekerjaan seperti mahasiswa doktoral, post-doktoral, dosen, peneliti, ketua jurusan, dekan, wakil dekan, CEO/ CTO start up, Non Governmental Organization (NGO), sektor publik maupun swasta, para peserta SLC menghidupkan suasana gathering di hari Minggu tersebut. Harapannya, kolaborasi di kemudian hari dapat terlaksana atau terinisiasi dari kegiatan ini.
Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU mengungkapkan bahwa kebanggaannya atas prestasi Aziz.
“Kedepannya, bagaimana kita mencari solusi dan menjawab begitu banyak permasalahan bangsa tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Mulai dari peneliti dan dosen di perguruan tinggi, sektor industri, pemerintah, NGO, dan masih banyak lagi. Semoga Aziz, melalui keterlibatannya di SLC mampu menjembatani inovasi yang ada di FTUI dan kebutuhan dunia industri dan masyarakat kedepannya.” paparnya.