Berita UI

Dua Mahasiswa Universitas Indonesia Dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2022

Mahasiswa FTUI dan FEB UI dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2022 oleh Kemendikbudristek.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Humas dan KIP UI
Dua Mahasiswa Universitas Indonesia Dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2022 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Dua mahasiswa Universitas Indonesia dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2022.

Dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dinobatkan sebagai Terbaik I Duta Bahasa Nasional 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).

Mereka adalah Daffa Aqilah Sofiyan mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) dan Anzalna Nuraini Alifah, mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Baca juga: Taman School Universitas Indonesia Siapkan Siswa SMP Masuk SMA Unggulan, Juara Kompetisi Ide Bisnis

Penobatan Duta Bahasa ini merupakan upaya dalam meningkatkan peran generasi muda Indonesia dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing guna memperkuat jati diri dan daya saing bangsa.

Dalam proses seleksi terdapat beberapa rangkaian yang harus dilalui, salah satunya adalah penilaian krida.

Mereka menampilkan krida yang pernah dibawakan bersama teman-teman saat pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta yang menjadi program unggulan.

Krida tersebut diberi nama Kedai Kopi Multilingual yang menyasar kedai kopi sebagai kolaborator yang mendukung penggunaan Bahasa daerah selama masa transaksi.

Bagi pengunjung yang bersedia untuk menggunakan bahasa daerah akan diberikan sedotan baja antikarat (stainless straw) sebagai hadiah apresiasi.

Krida ini juga bertujuan untuk menanamkan semangat Trigatra Bangun Bahasa ke masyarakat.

“Kami membawakan kembali krida yang saya dan teman-teman bawakan saat pemilihan Duta Bahasa Provinsi DKI Jakarta. Di Duta Bahasa Nasional, kami meningkatkan lagi jumlah kedai kopi yang diajak bekerja sama serta kami berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dan pihak yang berpengaruh," kata Daffa.

"Kami berhasil membuka enam Kedai Kopi Multilingual di lima daerah administratif DKI Jakarta dan melakukan audiensi dengan Deputi IV Kemenko Perekonomian serta Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LDPB-KUMKM) sebagai lembaga yang dekat dengan kedai kopi untuk meminta pandangan mereka selaku regulator,” tambahnya.

Kedai Kopi Multilingual

Kedai Kopi Multilingual diciptakan sebagai ruang bebas berekspresi dan belajar bagi masyarakat untuk menggunakan bahasa daerah.

Sejauh ini, terdapat tiga bahasa daerah yang digunakan, yaitu bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan bahasa Melayu-Betawi.

Baca juga: Tingkatkan Devisa dari Ikan Hias, Universitas Indonesia Temukan Inovasi Kriopreservasi Spermatozoa

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved