Harga BBM Naik

Harga BBM Bersubsidi Naik, Ini Langkah Bima Arya Jaga Stabilitas Harga Pangan di Kota Bogor

Harga BBM Bersubsidi Naik, Ini Langkah Bima Arya Jaga Stabilitas Harga Pangan di Kota Bogor

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat pada Senin (5/9/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat melakukan langkah konsolidasi sekaligus memonitor stabilitas harga bahan pokok pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

 

Hal tersebut disampaikan diungkapkan Wali Kota Bogor, Bima Arya untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan yang diperkirakan naik seiring dengan kenaikan harga BBM.

"Jadi kalo ada kenaikan maka akan di lakukan langkah-langkah cepat berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk mengitensifkan gerakan pangan, gerakan keamanan ketahanan pangan seperti menanam komoditas yang bisa menstabilkan harga untuk mengurangi inflasi," ungkap Bima Arya

 

Bima menuturkan sejumlah wilayah mengalami inflasi karena beberapa komoditas pangan seperti cabai tak terkontrol pasokannya. 

"Di Kota Bogor hal itu akan terus kita monitor secara bersamaan untuk melakukan langkah proaktif sembari kita pastikan harga menjadi stabil," kata Bima di Balai Kota Bogor. 

 

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengungkapkan bahwa untuk pemantauan bahan- bahan pokok dan bahan penting lainnnya selama ini Disperindag sudah menetapkan dua pasar pantauan, yakni pasar Baru Bogor dan pasar Kembang. 

 

"Kedua pasar tersebut kami jadikan acuan tingkat Kota Bogor," ucap Gunawan. 

 

Gunawan menambahkan bahwa berdasarkan perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama bulan Agustus, Kota Bogor ada diposisi deflasi.

Baca juga: Terserang Stroke Sejak 2015, Said Bajuri Ungkap Kondisi Mat Solar-Terkulai Tak Berdaya di Kursi Roda

Baca juga: Fraksi PKS Depok Desak Pimpinan DPRD Layangkan Surat Pembatalan Harga BBM Naik ke Pemerintah

"Tidak inflasi. Hanya persoalnnya dari tujuh kota di Jawa Barat kita ada di posisi deflasi yang tertingi 0,45 persen kemudian kita akan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan komoditi," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved