Selasa, 5 Mei 2026

Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek

Perlintasan Kereta Ampera dan Bulak Kapal Segera Tutup Permanen, Pemkot Bekasi Bangun Fly Over

Perlintasan Kereta Ampera dan Bulak Kapal Segera Ditutup Permanen! Flyover Dibangun, Pemkot Bekasi Siapkan Alarm Canggih

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Hironimus Rama
Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
PERLINTASAN KERETA - Petugas Dishub tengah bertugas di perlintasan sebidang kereta Jalan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sedang mengupayakan solusi permanen untuk mengakhiri ancaman bahaya di perlintasan sebidang kereta api.

Langkah ini diambil usai insiden tabrakan antara KRL Commuter dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan hilangnya 15 nyawa. 

Tiga skenario pengamanan berlapis telah disiapkan, mulai dari penjagaan petugas, pemasangan alarm canggih pendeteksi radius kereta, hingga penutupan jalan secara permanen di kawasan Ampera dan Bulak Kapal.

Baca juga: Imbas Evakuasi Kecelakaan, KRL Bekasi-Cikarang Masih Lumpuh Pagi Ini! Kapan Kembali Normal?

Berikut adalah rincian tiga terobosan pengamanan perlintasan sebidang di Bekasi Timur:

1. Pembangunan Fly Over dan Penutupan Permanen Jalur

Solusi jangka panjang yang akan dieksekusi pemerintah adalah menutup secara total akses perlintasan sebidang di Jalan Ampera dan Bulak Kapal. Namun, penutupan ini baru akan dilakukan setelah akses alternatif masyarakat, yakni Fly Over Bulak Kapal, rampung dibangun.

"Kami tutup permanen Ampera dan Bulak Kapal. Tapi tentu diawali dengan pembangunan Fly Over di Bulak Kapal," kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026) pagi.

Pemkot Bekasi sangat berhati-hati sebelum memblokir akses jalan tersebut. Pertimbangan utamanya adalah kelancaran distribusi dan mobilitas warga agar tidak memicu kemacetan parah di titik lain.

"Pertimbangan karena kami tahu distribusi untuk jalan sangat berbatas. Semua nanti akan bergantung, mereka lewatnya ke Jalan Nonon Sonthanie yang ada di RS Bella, itu tentu akan membuat crowded, macet dan lain sebagainya, menambah beban warga masyarakat," jelasnya.

Proyek Fly Over ini dipastikan akan mendapat suntikan dana langsung dari Pusat. Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menargetkan penyelesaian proyek dalam waktu enam bulan dan telah menyetujui kucuran anggarannya.

"Pemda Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena bekasi juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting dan mendesak, jadi saya sudah setujui dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden," kata Prabowo di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Presiden juga menyoroti ribuan perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Pulau Jawa dan berkomitmen untuk mengatasinya.

"Saya sudah perintahkan segera, kami akan segera memperbaiki semua, apakah akan dilakukan pos jaga atau gimana nanti pelaksanaan akan kami tunju," jelasnya.

"Kami perhitungkan hampir Rp 4 T demi keselamatan dan kami sangat penting dan perlu dan sekarang saat nya sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan jadi sekarang dilaksanakan," tutup Presiden Prabowo.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Bekasi mengaku optimis proyek jalan layang ini bisa selesai sesuai target waktu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved