Demonstrasi
Geruduk Istana Bogor, Mahasiswa Minta Draft Rancangan KUHP Dibuka ke Publik
Geruduk Istana Bogor, Mahasiswa Minta Draft Rancangan KUHP Dibuka ke Publik
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Karena itu, para mahasiswa Bogor menuntut pemerintah dan DPR segera membuka draft RKUHP itu ke masyarakat.
Baca juga: Walau Temukan Unsur Pidana, Penyidik Belum Tetapkan WNA China Tersangka Kasus Pemerkosaan
Baca juga: Emping Jengkol Kampung Labirin, Penganan Khas Kota Bogor yang Wajib Dicoba
"Kami minta Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) dan Komisi III DPR-RI untuk membuka draft RKUHP. Karena, draft tersebut dinilai penting bagi kehidupan masyarakat dalam bernegara," paparnya.
RKUHP ini, lanjut dia, memiliki peran penting dalam bermasyarakat untuk menjalankan ketertiban umum.
Pantauan Wartakotalive.com, aksi unjuk rasa ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus seperti Universitas Djuanda (Unida) Bogor, STKIP Muhammadiyah Bogor, dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.
Peserta demonstrasi berjalan kaki dari Gedung Wanita hingga depan RS Salak, Jalan Jenderal Sudirman pada pukul 16.00 WIB.
Mereka membentangkan spanduk bertulis Demokrasi Telah Mati, DPR Impoten, dan Hati-hati Kolonial Lahir Kembali.
Sambil berorasi secara bergantian dari atas mobil komando, para mahasiswa ini juga membakar keranda dengan foto Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Situasi sempat panas saat seorang orator mengeluarkan kata-kata provokasi ke aparat yang bertugas.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengingatkan peserta demo agar tidak memprovokasi aparat.
"Tolong jangan provokasi aparat. Jangan keluarkan kata-kata binatang. Kami sudah memberi Anda mengungkapkan pendapat di muka umum," kata Susatyo melalui pengeras suara.
Setelah membacakan tuntutan, aksi unjuk rasa ini akhirnya bubar pada pukul 18.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Mahasiswa-di-Kota-Bogor-kembali-turun-ke-jalan.jpg)