Bulan Suci Ramadan

Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Puasa sebagai Bukti Ketaat-patuhan

Islam mengajarkan kepatuhan, penerimaan akan adanya Allah Swt dan kepercayaan tersebut ditunjukkan melalui penyembahan kepada Allah

Editor: murtopo
Istimewa
Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Puasa sebagai Bukti Ketaat-patuhan. 

Mutiara Ramadan 1443 H

Bersama

Wakil Wali Kota Depok

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Taat dan Patuh, selanjutnya boleh kita sebut ketaat-patuhan, linier dengan Kata Islam yang berasal dari kata aslama yang berarti menerima, menyerahkan dan mematuhi.

Islam mengajarkan kepatuhan, penerimaan akan adanya Allah Swt dan kepercayaan tersebut ditunjukkan melalui penyembahan kepada Allah, mengikuti semua perintah-Nya dan menolak adanya Tuhan selain Allah.

Dengan kata lain, Islam mengajarkan para pemeluknya untuk tunduk, patuh, menyerahkan diri dan menyembah hanya kepada Allah dengan konsekuensi ketaatan hamba ciptaan-Nya secara penuh kepada Allah dalam keimanan, ketauhidan, ibadah, dan muamalah.

Baca juga: Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Puasa, antara Kesadaran Bumi dan Kesadaran Langit

Makna Ketaat-patuhan…

Pertama, Kepatuhan menjalankan puasa merupakan kesadaran moral yang didasarkan atas ketentuan firman Allah yang disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an.

Pemahaman dan pemaknaan terhadap fungsionalitas puasa akan berpengaruh dalam penyikapan terhadap perintah dan kewajiban ibadah puasa.(Al-Baqoroh: 183-187)

Kedua, Ibadah puasa merupakan barometer kepatuhan dan kepasrahan manusia kepada Allah. Kepatuhan seorang muslim akan dilihat dari apakah ia taat melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dalam firman-firmanNya dalam Alquran, atau tidak.

Kesempurnaan dari penyembahan kepada Allah dengan semua ketaatan melaksanakan, puasa akan mengantar muslim mencapai derajat takwa. Allah Swt berfirman:

“Hai manusia, sembahkanlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 21)

Baca juga: Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Puasa itu seperti Orangtua Salat Tarawih 3 Juz Per Malam

Ketiga, Perintah puasa merupakan implikasi rasional dan logis terhadap kepatuhan, ketaatan dan penyerahan diri seorang muslim.

Ibadah Puasa menjadi indikator yang memiliki tanggung jawab bahwa seseorang telah menjadi muslim yang patuh, taat, dan penuh penyerahan kepada Allah Swt sebagai hamba ciptaan-Nya atau tidak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved