Jumat, 10 April 2026

Bulan Suci Ramadan

Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Ketika Anda Bosan, Berpuasalah

Imam Budi Hartono sebut ketika anda bosan, berpuasalah. Hal tersebut merupakan mutiara Ramadan Wakil Wali Kota Depok.

Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Puasa Tapi Menebar Ujaran Kebencian. 

Mutiara Ramadan 1443 Hijriah

Bersama Wakil Wali Kota Depok

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: ketika anda bosan, berpuasalah.

Aktivitas keseharian dengan berbagai persoalan yang kita hadapi dapat menimbulkan perasaan bosan, tidak bersemangat bahkan kelelahan.

Rasa bosan dan jenuh merupakan sebuah kenormalan dan kewajaran, namun perasaan tersebut jangan dibiarkan berlama-lama, harus  ada upaya untuk merubahnya, menjadi lebih bersemangat dan berwarna. 

Baca juga: Mutiara Ramadan 1443 H, Imam Budi Hartono: Puasa itu seperti Orangtua Salat Tarawih 3 Juz Per Malam

Kenapa Bosan?

Pertama, pikiran dan aktivitas yang monoton, tidak melakukan kegiatan lain yang bisa menjadi selingan.

Pengalaman apa pun yang dapat diprediksi dan berulang menjadi membosankan. Secara umum, terlalu banyak hal yang sama dan terlalu sedikit stimulasi dapat menyebabkan kebosanan

Kedua, orang sangat membutuhkan kebaruan, kegembiraan, dan variasi.  Ada Kebutuhan akan stimulasi, pencarian baru dan pengambilan risiko.

Ketiga, kesadaran emosional. Orang yang kurang kesadaran diri lebih mudah mengalami kebosanan, tidak dapat mengartikulasikan apa yang dia inginkan dan kesulitan menjelaskan perasaan. 

Peran Puasa…

Ketika seseorang berpuasa, hal pertama yang dirasakan adalah sebuah perubahan. Perubahan pola konsumsi, pola istirahat dan pola hidup lainnya.

Puasa telah mengeluarkan seseorang dari aktivitas monoton, rutinitas keseharian yang cenderung membosankan.

Sarapan dan makan siang diganti dengan buka dan sahur. Waktu tidur yang berkurang karena ada tambahan aktivitas salat tarawih, tilawah Alqur’an, tahajjud, santap sahur dan seterusnya.

Kedua, Di samping tidak monoton, pola aktivitas puasa akan memunculkan kebaruan-kebaruan lain dan semangat untuk bisa bertahan dan menyelesaikan tantangan untuk tidak makan, minum dan hubungan suami istri di siang hari sampai berbuka di waktu maghrib.

Baca juga: Kabar Baik Buat Ibu-ibu, Harga Cabai di Pasar Parung Turun pada Pekan Kedua Ramadan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved