Narkoba
Sejarah Kampung Boncos, Dihuni Pemulung dan PSk hingga Jadi Kampung Narkoba
Sejarah Kampung Boncos, Dihuni Pemulung dan PSk hingga Jadi Kampung Narkoba. Berikut selengkapnya
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH - Kampung Boncos yang kerap dikenal sebagai kampung narkoba awalnya hanyalah sebuah kampung biasa sebelumnya.
Tokoh masyarakat sekitar Azwar Laware (55) menceritakan tempat tinggalnya di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat itu awalnya bernama Gang Ciapang.
Kemudian pada tahun 1996, banyak pengepul yang menjadikan tanah-tanah kosong di kampung itu menjadi tempat mengepul rongsokan.
Pengepul itu umumnya datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Di lahan-lahan kosong itu mereka kemudian transaksi jual beli barang bekas.
"Karena orang Jawa bilang sampah-sampah plastik dan botol itu boncosan. Jadi kampung ini akhirnya dikenal menjadi Kampung Boncos," kenang Azwar saat dihubungi Sabtu (19/3/2022).
Berkembangannya kota Jakarta, kampung itu pun semakin hiruk pikuk dengan pendatang.
Semakin banyak warga yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Tanah Abang itu.
Mayoritas orang-orang yang mengontrak di lingkungan itu ialah kuli angkut di Pasar Tanah Abang hingga pekerja seks komersial (PSK).
Mereka mengontrak di bedeng-bedeng yang berdiri di tanah sengketa.
Lokasinya yang berdekatan dengan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara membuat Kampung Boncos kerap ditinggali oleh warga negara asing (WNA) dari Afrika.
Baca juga: Irjen Fadil Imran Instruksikan Ibu Kota Bebas Narkotika, Polisi Sasaran Kampung Sarang Narkoba
Baca juga: Poltekpar Lombok Hadirkan Command Center Tourism Helpdesk, Sandiaga Uno: Bangkitkan Pariwisata
Dari tahun 2000-an itulah narkoba mulai masuk ke Kampung Boncos.
Awalnya kata Azwar, hanya narkoba jenis ganja yang dijual belikan di wilayah tersebut.
Penjualan juga tidak terlalu masif dan dilakukan sembunyi-sembunyi.
Hingga pada tahun 2002 saat putau mulai populer di Indonesia, Kampung Boncos berubah menjadi lokasi pasar gelap peredaran narkoba.