Narkoba

Sejarah Kampung Boncos, Dihuni Pemulung dan PSk hingga Jadi Kampung Narkoba

Sejarah Kampung Boncos, Dihuni Pemulung dan PSk hingga Jadi Kampung Narkoba. Berikut selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Jajaran Polres Metro Jakarta Barat melakukan penggerebekan di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (18/3/2022)  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH - Kampung Boncos yang kerap dikenal sebagai kampung narkoba awalnya hanyalah sebuah kampung biasa sebelumnya.

Tokoh masyarakat sekitar Azwar Laware (55) menceritakan tempat tinggalnya di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat itu awalnya bernama Gang Ciapang.

Kemudian pada tahun 1996, banyak pengepul yang menjadikan tanah-tanah kosong di kampung itu menjadi tempat mengepul rongsokan.

Pengepul itu umumnya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Di lahan-lahan kosong itu mereka kemudian transaksi jual beli barang bekas.

"Karena orang Jawa bilang sampah-sampah plastik dan botol itu boncosan. Jadi kampung ini akhirnya dikenal menjadi Kampung Boncos," kenang Azwar saat dihubungi Sabtu (19/3/2022).

Berkembangannya kota Jakarta, kampung itu pun semakin hiruk pikuk dengan pendatang.

Semakin banyak warga yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Tanah Abang itu.

Mayoritas orang-orang yang mengontrak di lingkungan itu ialah kuli angkut di Pasar Tanah Abang hingga pekerja seks komersial (PSK).

Mereka mengontrak di bedeng-bedeng yang berdiri di tanah sengketa.

Lokasinya yang berdekatan dengan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara membuat Kampung Boncos kerap ditinggali oleh warga negara asing (WNA) dari Afrika.

Baca juga: Irjen Fadil Imran Instruksikan Ibu Kota Bebas Narkotika, Polisi Sasaran Kampung Sarang Narkoba

Baca juga: Poltekpar Lombok Hadirkan Command Center Tourism Helpdesk, Sandiaga Uno: Bangkitkan Pariwisata

Dari tahun 2000-an itulah narkoba mulai masuk ke Kampung Boncos.

Awalnya kata Azwar, hanya narkoba jenis ganja yang dijual belikan di wilayah tersebut.

Penjualan juga tidak terlalu masif dan dilakukan sembunyi-sembunyi.

Hingga pada tahun 2002 saat putau mulai populer di Indonesia, Kampung Boncos berubah menjadi lokasi pasar gelap peredaran narkoba.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved