Narkoba

Sejarah Kampung Boncos, Dihuni Pemulung dan PSk hingga Jadi Kampung Narkoba

Sejarah Kampung Boncos, Dihuni Pemulung dan PSk hingga Jadi Kampung Narkoba. Berikut selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Jajaran Polres Metro Jakarta Barat melakukan penggerebekan di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (18/3/2022)  

"Itu orang jual beli narkoba sudah seperti jual kambing. Tidak ada malu-malunya, padahal mereka semua pendatang bukan warga asli sini," ungkap pria yang sudah sejak tahun 1983 menetap di Kampung Boncos.

Azwar mengaku bukan tidak resah dengan kondisi tersebut. Warga sekitar juga banyak yang resah dengan keadaan tersebut.

Mereka khawatir anak dan keluarga mereka ikut terjerat narkoba. Sebab kata Azwar, seiring berjalannya waktu, satu persatu warga asli Kampung Boncos mulai terjerat narkoba.

Utamanya anak-anak muda yang tumbuh di sekitar lokasi tersebut. Berawal dari nongkrong di malam hari hingga akhirnya terpincut saat ditawari barang haram tersebut.

Bahkan kerap ibu-ibu karena keterdesakan ekonomi rela menjadi calo narkoba. Mereka tergiur dengan hasil cepat yang ditawarkan zat adiktif tersebut.

Kata Azwar, warga Kampung Boncos bukan tidak mau berubah. Mereka juga ingin lepas dari stigma buruk tentang lingkungan mereka.

Namun ia menyayangkan pemerintah yang selalu setengah hati untuk merubah stigma kampung tersebut.

Pria yang pernah menjadi Ketua RW sedari tahun 2009 dan tahun 2019 itu menceritakan bahwa sebelumnya pemerintah lewat BNN pernah hadir untuk membina warga sekitar.

Misalnya saja program pembinaan remaja yang terjerat narkoba dengan melibatkan mereka pada segudang aktifitas ngeband.

Program pelatihan handcraft, pelatihan service, dan jual beli handphone juga pernah ditekuni warga.

Meski begitu, program tersebut hanya sambil lalu. Pemerintah pergi di tengah masyarakat mulai berjuang dan melepas diri dari jerat narkoba.

"Setiap program yang diadakan di sini selalu setengah jalan tidak pernah sampai selesai. Habis bikin pelatihan lalu sudah pergi begitu saja," jelas pria yang pernah ditunjuk BNN sebagai petugas pendamping itu.

Hal itulah kata Azwar yang membuatnya menyerah dari mimpinya mengubah stigma Kampung Boncos

Di tahun 2019 ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi sebagai Ketua RW setempat. 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved