Selasa, 28 April 2026

Berita UI

Getaran Mesin Terasa Kencang Tanda Mobil dan Motor Tak Sehat, Ini Penjelasan Guru Besar FTUI

Ini Penjelasan Guru Besar FTUI soal getaran mesin terasa kencang tanda mobil dan motor. Fenomena gerak ini dikenal sebagai gerak isolasi.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Getaran Mesin Terasa Kencang Tanda Mobil dan Motor Tak Sehat, Ini Penjelasan Guru Besar FTUI 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Getaran mesin terasa kencang tanda mobil dan motor tak sehat, Ini Penjelasan Guru Besar FTUI

Prof. Dr. Ir. Wahyu Nirbito, MSME., ditetapkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Sabtu lalu, dengan kepakaran dalam bidang ilmu perancangam sistem mekanikal.

Baca juga: Di Indonesia Ada 26.973 Ponpes, UI Tawarkan Kemandirian Ekonomi Melalui Budidaya Lebah Tanpa Sengat

Dalam upacara pengukuhannya, ia menyampaikan pidato berjudul “Fenomena Getaran pada Pemantauan Kondisi Kesehatan Mesin, Pendukung Diagnosis dan Prognosis Kegagalan Sistem Mekanikal dalam Pemeliharaan Mesin yang Efektif dan Efisien.”

Menurutnya, getaran adalah terminologi yang digunakan guna menunjukkan adanya perubahan besaran parameter gerak fisik dari suatu sistem mekanikal, yang berulang dengan interval waktu, serta arah yang kurang lebih teratur.

Baca juga: Mahasiswa FT UI Depok Temukan Sistem Pengolahan Sampah Medis Hanya dengan Menggunakan Handphone

Fenomena gerak ini dikenal sebagai gerak isolasi.

“Yang sering tidak disadari, terabaikan bahkan terlupakan adalah bahwa sistem pegas-massa tersebut akan tetap diam, statis, tidak melakukan gerakan osilasi apapun bila didiamkan atau belum tersentuh. Sistem pegas-massa baru akan bergerak osilasi apabila diberi aksi di awalnya, misalnya ditarik atau didorong atau dengan kata lain diberi simpangan awal kemudian dilepaskan,” ujarnya.

Prof. Wahyu saat ini merupakan Kepala Laboratorium perancangan sistem mekanikal dan bio mekanikal Departemen Teknik Mesin FTUI, menjelaskan, getaran merupakan indikator terbaik yang memberikan sinyal adanya gangguan pada kesehatan mesin.

Sebagai respons dinamik terhadap suatu eksitasi, maka getaran akan timbul pada satu sistem mekanikal yang bekerja.

Baca juga: Universitas Indonesia Raih 2 Penghargaan Sistem Pembelajaran Daring di SPADA Award 2021

Hal ini karena dalam satu sistem mekanikal yang bekerja terjadi interaksi gaya maupun massa yang bekerja dan dinamis atau bergerak.

Getaran yang terjadi dapat dalam tingkatan yang sangat halus sampai dengan yang hebat atau sangat kasar.

Getaran yang sudah dapat terdeteksi dan terukur memberi arti bahwa kerusakan tertentu pada sistem mekanikal yang diperhatikan sudah ada, karena getaran itu sendiri adalah sebagai respons dinamik dari suatu eksitasi yang muncul dan berasal dari ketidaknormalan atau kerusakan.

Baca juga: Universitas Indonesia Keempat Kalinya Raih Gold Medal iGEM 2021 di Perancis

Getaran sebagai respons dinamik besarnya tergantung dari besarnya eksitasi yang terjadi karena adanya ketidaknormalan bekerjanya suatu sistem mekanikal pada mesin dan menjadi petunjuk adanya ketidaksehatan mesin.

“Dalam beberapa tahun ke depan, tampaknya belum ada yang akan menggantikan teknik diagnosis maupun prognosis dengan menggunakan dukungan data respons getaran. Perkembangan yamg ada lebih kepada peningkatan efisiensi kerja teknik pemeliharaannya seirimg dengan perkembangan teknologi digital yang semakin maju dan meluas,” ujar Wahyu.

Di akhir pidato, Wahyu berpesan kepada dosen muda agar lebih bersemangat dan lebih giat dalam membina karier akademisnya sambil terus mengasah kemampuan secara akademik maupun secara praktisi.

“Jangan ragu apalagi takut untuk terjun ke dunia nyata, aplikasikan tingkat pengetahuan yang kalian miliki untuk membantu pemecahan persoalan dunia nyata, dan memperkaya pendalaman akademis ilmu kalian,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved