Berita UI
Guru Besar FT UI Prof. Setyo Sarwanto Mursidik Sebut 7 Solusi Hadapi Permasalahan Air di Indonesia
Prof. Setyo Sarwanto Mursidik Guru Besar FT UI sebut ada 7 solusi hadapai permasalahan air di Indonesia.
Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Guru Besar FT UI Prof. Setyo Sarwanto Mursidik sebut 7 solusi hadapi permasalahan air di Indonesia.
Batas kritis pengelolaan air yang kita kenali, merupakan tantangan interaksi sistem lintas skala, bersifat multidisiplin ilmu, dari dimensi teknis dan non-teknis.
Baca juga: Dr. Bondan Kanumoyoso Dekan FIB UI 2021-2025, Simak 5 Program Unggulannya
Sulit untuk menetapkan batas-batas tata-kelola yang jelas dan ditindaklanjuti secara kolektif, ketika daerah aliran sungai (DAS) saling berhubungan dengan aliran air permukaan, air laut, dan air tanah yang saling terkait.
Terlebih lagi, kebutuhan air perkotaan dan pedesaan sangat dipengaruhi oleh skala pengelolaan secara lokal dan regional.
Baca juga: Guru Besar FISIP UI Evi Fitriani: Fleksibilitas Prinsip Bebas Aktif Jadi Kekuatan Indonesia di Dunia
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Setyo Sarwanto Mursidik, D.E.A. saat pidato pengukuhan guru besarnya, pada Sabtu (13/11/2021).
Ia menyampaikan pidato berjudul “Lintas Batas Sains Air Dan Tantangan Inovasi Teknologi” dalam Sidang Terbuka pengukuhannya menjadi Guru Besar Tetap bidang Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).
Prof. Setyo menjelaskan, tantangan lain yang dihadapi mengenai permasalahan air, diantaranya pengelolaan air hujan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Kemudian meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mendorong penggunaan energi semakin efisien, dan perhatian terhadap emerging kontaminan.
Baca juga: Teguh Dartanto, Ph.D, Dekan FEB UI 2022-2026, Ini 4 Nilai Pedoman Kepemimpinannya
Tak hanya itu, kepatuhan pada undang-undang merupakan hal penting dari aspek manusia yang bermuara pada tata kelola air, serta pembiayaan infrastruktur yang disediakan.
Dari tantangan yang dihadapi tersebut, Prof. Setyo mencoba menguraikan tujuh solusi, meliputi emerging technology pengolahan yang digunakan, pengendalian sumber polusi dan perubahan perilaku, dan penghijauan kota.
Baca juga: UI Kembali Menempati No.1 Indonesia Versi US News & World Report Best Global Universities 2022
Lalu, solusi berbasis daerah tangkapan yang merupakan prinsip alami yang diterapkan melalui Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan konsep bioswole serta pengolahan limbah terkonsentrasi dan instalasi lebih hemat energi.
Solusi yang kelima adalah pendekatan inovasi untuk penyediaan pengolahan air limbah pedesaan melalui pendekatan teknologi alami seperti wetland.

Keenam, pembiayaan berkelanjutan mencakup investasi infrastruktur; dan terakhir, mengaktifkan ekonomi sirkular pada setiap pemanfaatan timbulan yang memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Ada beberapa inovasi guna menjawab permasalahan air yang dikembangkannya, berdasarkan penelitian tesis dan disertasi di bawah bimbingannya.
Baca juga: Pengukuhan Guru Besar FT UI, Anak Agung Putri Ratna Ingin Kembangkan Computational Thinking Coding
Pertama adalah rumah pintar & IoT yang dapat mencegah bencana terkait air, memantau penggunaan air setiap hari, dan penggunaan detektor kebocoran air pintar berbasis internet.