Kota Bogor
Jumlah Penderita Stroke di Kota Bogor Meningkat, Begini Tips Pencegahan dari Dinkes
Begini tips pencegahan dari Dinkes Kota Bogor untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita stroke. Harus ditangani segera.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Jumlah penderita stroke di Kota Bogor meningkat, begini tips pencegahan dari Dinkes.
Jumlah penderita stroke di Kota Bogor terus menunjukkan tren peningkatan.
Pada tahun 2020 sebanyak 2.034 kasus stroke di Kota Bogor.
Baca juga: Hari Stroke Sedunia, Dinkes Kota Bogor Gelar Bulan Deteksi PTM, Cegah Hipertensi di Atas 15 Tahun
Angka ini naik signifikan dibanding tahun 2019 sebesar 1.026 kasus dan tahun 2018 sebesar 822 kasus.
"Stroke menduduki peringkat pertama angka kematian akibat penyakit tidak menular pada 2020 lalu sebesar 164 orang," kata Drg. Firy Triyanti, MKes, Kasi PTM, Keswa Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: Keladi Tikus dan Daun Sirsak Bahan Obat Herbal, Ini Khasiatnya Bagi Kesehatan
Untuk mencegah meningkatnya kasus stroke, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar Bulan Deteksi PTM (penyakit tidak menular).
Bulan Deteksi PTM ini digelar untuk menyambut Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 Oktober.
Dalam Bulan Deteksi PTM ini dilaksanakan skrining kesehatan bagi masyarakat berusia di atas 15 tahun.
"Kegiatan ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan maupun kader terlatih di Posbindu PTM sebanyak 431 Posbindu yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor," ujarnya.
Baca juga: Indonesia Butuh 9 Juta Digital Talent, Samsung Bekali Lulusan SMK dengan Web Programming
Pemeriksaan kesehatan ini berupa wawancara, pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan kadar gula darah maupun kadar cholesterol darah.
"Diharapkan dengan kegiatan ini kita bisa mendeteksi dan mencegah terjadinya PTM seperti stroke, diabetes dan hipertensi," jelas Firy.
Baca juga: Siap Tayang, Film Love Knots Sajikan Drama Percintaan Remaja dengan Unsur Drakor
Firy menjelaskan bahwa stroke adalah penyakit tidak menular yang terjadi di dalam otak akibat pembuluh darah otak mengalami penyumbatan (Stoke Iskemik) atau pembuluh darah yang pecah (Stroke Hemoragik).
"Ketika pembuluh darah yang yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan atau pecah, maka bagian dari otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkannya, sehingga sel-sel otak menjadi mati," paparnya.
Baca juga: Nikita Mirzani Akui Kekayaannya Berasal dari Haters yang membencinya
Penyumbatan pembuluh darah otak menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik akibat tidak memperoleh asupan nutrisi dan oksigen.
"Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit," terang Firy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Dinkes-Kota-Bogor-Cegah-Stroke.jpg)