Kota Bogor
Jumlah Penderita Stroke di Kota Bogor Meningkat, Begini Tips Pencegahan dari Dinkes
Begini tips pencegahan dari Dinkes Kota Bogor untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita stroke. Harus ditangani segera.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
Untuk itu, lanjutnya, tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi.
"Jika seorang penderita selamat dari serangan stroke, orang tersebut tetap dapat mengalami gejala sisa yang dapat mempengaruhi aktifitas dan produktifitasnya dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Firy.
"Bahkan akibat terparah dari penyakit ini adalah kematian," imbuhnya.
Baca juga: Brisia Jodie Jadi Anak Gamers yang Jahat di Film Love Knots
Menurut dia, stroke dapat disebabkan oleh adanya faktor risiko kesehatan seperti kondisi hipertensi, DM (Diabetes Melitus), kolesterol tinggi, obesitas, penyakit jantung, dan lain-lain.
Faktor risiko gaya hidup juga dapat memicu terjadinya stroke seperti merokok, kurang olah raga (aktivitas fisik), konsumsi obat terlarang, ataupun kecanduan alkolhol.
"Faktor risiko lainnya yaitu genetik (keturunan) dan usia. Adapun usia yang terbanyak penyandang Stroke adalah 45 tahun ke atas," jelas Firy.
Baca juga: Kepala Sekolah dan 2 Orang Lainnya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Kerugian Negara Rp 300 Juta
Untuk mencegah terjadinya stroke, Firy menghimbauan kepada masyarakat untuk melakukan apa yang dikenal dengan istilah CERDIK.
"Langkah CERDIK ini terdiri dari Check kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stress dengan baik," kata Firy.
Baca juga: Diminta Balikan, Luna Maya Tunggu Aksi Ariel Noah Nyatakan Cinta Lagi
Tak hanya itu, masyarakat juga harus mengenali beberapa gejala stroke yang perlu diwaspadai seperti senyum tidak simetris, gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, dan bicara pelo/ tiba-tiba tidak dapat berbicara.
Gejala lainnya adalah kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh, rabun pandangan satu mata kabur secara tiba-tiba, dan sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba atau gangguan fungsi keseimbangan.
"Jika ada gejala-gejala seperti ini, segera cek ke rumah sakit agar tidak berakibat fatal," pungkas Firy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Dinkes-Kota-Bogor-Cegah-Stroke.jpg)