Senin, 11 Mei 2026

Gigi dan Mulut Tak Terawat Berisiko Penyakit Jantung 3 Kali Lebih Tinggi

Dari studi menyebutkan, orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang parah, berisiko terkena penyakit jantung hingga tiga kali lebih tinggi.

Tayang:
Editor: murtopo
dok Helosehat
Perawatan gigi dan mulut. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Ign Agung Nugroho

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Jangan pernah abai dengan perawatan gigi dan mulut. 

Perlunya dua hal tersebut diperhatikan, agar kita terhindar dari permasalahan kesehatan yang lebih serius, termasuk kesehatan jantung.

Menurut dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP (K) FIHA, FAsCC, pakar kardiologi dari RSJPD Harapan Kita dan Heartology CV Center Brawijaya Hospital Saharjo, dari studi menyebutkan, orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang parah, berisiko terkena penyakit jantung hingga tiga kali lebih tinggi.

"Gangguan pada jantung yang seringkali berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut adalah endokarditis. Hal ini terjadi, ketika kuman masuk ke aliran darah sehingga memicu peradangan dan kerusakan pada katup jantung dan menyebabkan kebocoran," kata dokter Ario di acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021 yang berlangsung secara virtual pekan lalu.

Baca juga: Keladi Tikus dan Daun Sirsak Bahan Obat Herbal, Ini Khasiatnya Bagi Kesehatan

Lebih lanjut ia menjelaskan, kumpulan kuman yang menempel pada jaringan yang luka itu, akan meningkatkan risiko infeksi lanjut dan stroke, sehingga diperlukan penanganan segera dan operasi katup, bahkan penggantian katup jantung.

"Kuman salah satunya dapat berasal dari kondisi kesehatan gigi yang buruk seperti gigi berlubang parah. Jadi, endokarditis sangat bisa dicegah, termasuk dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta rutin memeriksakan gigi," kata dokter Ario.

Permasalahan gigi dan mulut juga menjadi perhatian pihak Pemerintah. 

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan gigi dan mulut oleh masyarakat. 

Baca juga: Kelola Obat dan Perbekalan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Bogor Luncurkan Si Oke

"Hal ini tentunya dapat menjadi tantangan bagi kita dalam mewujudkan Indonesia bebas karies tahun 2030," katanya.

Dan di tengah belum meratanya SDM kesehatan gigi dan mulut di Indonesia, ia memberikan mengapresiasi pada Unilever Indonesia bersama Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (AFDOKGI),

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya "Bulan 
Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2021".

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua, baik untuk tenaga kesehatan gigi dan mulut maupun masyarakat Indonesia," kata Budi Gunadi.

Baca juga: Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan, Bisa Mengatasi Masuk Angin Hingga Sakit Kepala

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation mengatakan, tantangan permasalahan gigi dan mulut bahkan makin terasa ketika pandemi.

Dia menyebut Survei global Pepsodent menunjukkan, 30 persen responden di Indonesia mengaku pernah melewati sehari penuh tanpa menyikat gigi.

Umumnya disebabkan rasa malas (46 persen), yang salah satunya karena berkurangnya interaksi tatap muka.

"Akibatnya, permasalahan gigi dan mulut kian meningkat, seperti kemunculan gigi berlubang baru pada 25 persen responden Indonesia," ujar dokter Mirah. 

Baca juga: Babe Cabita Jadi Brand Ambassador Produk Kecantikan, Mau Dibius Total Saat Perawatan Wajah

Melihat fakta di atas, edukasi konsisten masih sangat dibutuhkan.

Layanan kesehatan gigi dan mulut berbasis digital merupakan alternatif tepat untuk menjangkau masyarakat luas. 

Untuk itu, BKGN 2021 kembali mengoptimalkan layanan teledentistry nasional "Tanya Dokter Gigi by Pepsodent", melalui official WhatsApp di 0878-8876-8880 selama November – Desember 2021.

Layanan ini melibatkan dokter gigi dari 28 Fakultas Kedokteran Gigi dan 50 PDGI cabang.

Hingga saat ini, BKGN telah memberi manfaat kepada lebih dari 500 ribu masyarakat Indonesia, melibatkan 135 PDGI Cabang dan 26 Fakultas Kedokteran Gigi, dan lebih dari 17.000 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi.

Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K)., MM, Ketua Umum Pengurus Besar PDGI mengatakan, layanan teledentistry nasional di BKGN 2021 kini dilengkapi dengan fitur video call sehingga masyarakat dapat berkonsultasi secara aman, nyaman dan akurat. 

"Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut, jangan ragu berkunjung ke dokter gigi karena Kemenkes RI bersama PDGI telah menerapkan petunjuk teknis ‘Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru’ secara merata," kata dokter Sri Hananto. (ign).

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved