Kisah Inspiratif

Bangkit dari Pandemi, Suharno Lirik Platform Digital Kembangkan Pemasaran Batik Tradjumas

Bangkit dari Pandemi, Suharno Lirik Platform Digital Kembangkan Pemasaran Batik Tradjumas. Berikut Selengkapnya

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Suharno, pemilik usaha Batik Tradjumas di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. 

WARTAKOTALIVE.COM, SAWANGAN - Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Depok cukup menderita selama pandemi Covid-19.

Pembatasan kegiatan masyarakat sejak lebih dari satu tahun lalu membuat produk mereka tidak laku di pasaran.

Pengalaman ini dirasakan oleh Suharno, pemilik usaha Batik Tradjumas di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020, usaha batiknya mengalami penurunan yang sangat tajam.

"Tahun 2020 lalu sangat berat buat kami. Sejak pandami, omzet penjualan kami hampir kosong hingga menjelang akhir tahun," kata Suharno pada Jumat (8/10/2021).

Padahal pada 2019, omzet batik Tradjumas sudah mencapai rata-rata Rp 100 juta per bulan.

Suharno sebenarnya berharap ada permintaan batik saat HUT Kota Depok (April), Idul Fitri (Mei), 17 Agustus, serta Hari Batik 2 Oktober 2020.

Namun ternyata tidak ada kegiatan fisik pada hari-hari raya itu karena semuanya dijalankan secara virtual.

Baca juga: Resmi Diluncurkan, Wagub Jabar Sebut TribunnewsDepok Jawaban Atas Kebutuhan Informasi Masyarakat

Baca juga: Ketua DPRD Kota Depok Berharap TribunnewsDepok Mampu Menjauhkan Masyarakat dari Berita Hoax

"Penjualan nol. Saya terpaksa meliburkan karyawan, 3 karyawan tetap dan 5 karyawan paruh waktu," tuturnya.

Beruntung pada akhir  2020 ada permintaan dari Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Depok.

"Saya pun sedikit bisa bernapas lega sehingga kembali memulai produksi," ungkap Suharno.

Memasuki 2021, penjualan batik Tradjumas masih lambat. Berkat dukungan Dekranasda, ada pesanan dari beberapa dinas.

Baca juga: Beralih ke Digital, Kisah UMKM Rasa Dewa di Depok Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Kelola Obat dan Perbekalan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Bogor Luncurkan Si Oke

"Sampai Lebaran (Mei) sudah mulai agak bagus. Namun serangan gelombang Covid-19 pada Juli lalu membuat permintaan kembali turun," ujar pria asal Sleman, Yogyakarta ini.

Sejak pelonggaran PPKM  sejak Agustus 2021 lalu, pesanan batik Tradjumas kembali meningkat. Meskipun belum normal, ini menjadi angin segar bagi usaha batik khas Depok ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved