Kabupaten Bogor
Sistem Ganjil Genap di Kawasan Puncak Dipuji Menteri Luhut, Efektif Kurangi Mobilitas Warga
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memuji kebijakan sistem ganjil genap ini ke kawasan Puncak ini.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang masuk ke kawasan Puncak, Bogor, pada akhir pekan lalu (3-5 September 2021).
Meskipun tidak mengurangi kemacetan, sistem ganjil genap ini sedikit menekan mobilitas warga yang ingin berwisata ke wilayah ini.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memuji kebijakan sistem ganjil genap ini ke kawasan Puncak ini.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan di Kabupaten Bogor, yakni penerapan pembatasan mobilitas dengan sistem ganjil genap untuk kendaraan yang akan masuk ke Puncak," kata Luhut pada saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM di Jawa Bali, Selasa (7/9/2021) malam.
Baca juga: Warga Cisarua, Megamendung dan Ciawi Tolak Ganjil Genap, Ade Yasin: Uji Coba Masih Terus Berlanjut
Baca juga: Dua Hari Penerapan Uji Coba Ganjil Genap Puncak, Aparat Gabungan Klaim Putar Balik Ribuan Kendaraan
Baca juga: Bupati Ade Yasin Perintahkan Tim Bogor Gercep Bantu Korban Luapan Sungai Cidurian di Jasinga
Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Rakor tersebut secara virtual di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong.
Luhut menjelaskan, sistem ganjil genap bisa mengendalikan pergerakan masyarakat yang terus meningkat seiring turunnya level PPKM.
"Kami juga akan terus memonitor perkembangan harian di Jawa dan Bali,” paparnya.
Dia menambahkan situasi Covid-19 di Jawa Bali mulai membaik sehingga Indonesia jadi model penanganan Covid.
Ini semua karena jajaran di daerah yang sudah bekerja keras menangani Covid.
"Terima kasih telah menangani Covid dengan baik sehingga nama Indonesia menjadi baik dan menjadi empat negara tujuan investasi di dunia," ungkap Luhut.
Baca juga: Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 Kota Depok Telah Keluar, Begini Cara Daftarnya
Baca juga: Prakiraan Cuaca Depok Hari Ini Rabu 8 September, BMKG: Cerah dan Hujan Rinagn Lalu Hujan Petir
Pada PPKM level 3 saat ini, ada 20 tempat wisata outdoor di kabupaten/kota yang akan coba dibuka dengan protokol kesehatan ketat dan implementasi aplikasi Pedulilindungi.
"Kita ada rencana pelonggaran untuk perkantoran non esensial Uji cobanya akan kita laksanakan pada tanggal 14 September 2021," tambah Luhut.
Pelonggaran ini akan dilakukan di Kota Semarang, Jakarta, Surabaya dan Bandung, dengan 25% karyawan Work From Office (WFO) tergantung pada situasi Covid.
Baca juga: Lokasi SIM Keliling Rabu 8 September 2021: Depok, Jakarta, Bogor, Tangerang, Tangsel dan Bekasi
Sosialisasi Protokol Kesehatan dan penggunaan aplikasi peduli lindungi akan dilakukan satu minggu ke depan.
Saat ini tinggal 11 kota/kabupaten di Jawa Bali yang belum keluar dari level 4.
"Kita berharap minggu depan sudah bisa turun dan juga lebih banyak yang menjadi level 2 dan 1," kata Luhut.
"Seiring dengan banyaknya daerah yang turun level PPKM, mobilitas masyarakat ikut meningkat. Maka upaya peningkatan 3T, 3M, dan cakupan vaksinasi harus terus dilakukan,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pemerintah-Kabupaten-Bogor-menerapkan-sistem-ganjil-genap-di-kawasan-Puncak-2.jpg)