CPNS 2021
AWAS SALAH! Ini Perbedaan Panitia Sembilan & Panitia Kecil, Bisa Muncul di SKD CPNS 2021
Jangan sampai salah jika menemukan soal SKD CPNS 2021 tentang panitia kecil dan panitia sembilan. Ini rangkuman lengkap.
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MARGONDA - Banyak pelamar CPNS 2021 biasanya salah membedakan antara panitia kecil dan panitia sembilan.
Padalah soal panitia kecil dan panitia sembilan ini sangat mungkin muncul di SKD CPNS 2021.
Kedua panitia ini muncul saat masa reses sidang BPUPKI setelah sidang BPUPKI pertama.
Dikutip dari brainly.co.id, ada perbedaan besar antara panitia kecil dan panitia sembilan.
Baca juga: Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 Kota Depok Telah Keluar, Begini Cara Daftarnya
Perbedaan itu terlihat dari fungsi dan tugasnya, serta para anggotanya.
Panitia Kecil adalah panitia yang dibentuk sebelum memasuki masa jeda sidang BPUPKI, memiliki tugas untuk menampung saran dan usul-usul lain dari anggota BPUPKI.
Sedangkan panitia sembilan adalah panitia yang memiliki tugas untuk merumuskan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka.
Panitia Sembilan kemudian berhasil merumuskan Piagam Jakarta (Jakarta Charter).
Nah, anggota panitia kecil, yakni :
1. Ir. Soekarno (Ketua)
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Sutarjo Kartohadikusumo
4. Wahid Hasjim
5. Ki Bagus Hadikusumo
6. Otto Iskandardinata
7. Muh. Yamin
8. A. A Maramis
Baca juga: Tiga Potensi Dinilai Jadi Inspirasi Kota di Indonesia, Bima Arya Bikin Pantun Buat Kota Ambon
Sedangkan anggota panitia sembilan, yakni :
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Mohammad Hatta
3. Muh. Yamin
4. Mr. Ahmad Subarjo
5. A. A Maramis
6. Abdulkadir Muzakir
7. Wahid Hasjim
8. H. Agus Salim
9. Abikusno Cokrosuyoso
DAFTAR PERISTIWA ZAMAN KERAJAAN
Selain itu, sederet peristiwa era kerajaan di Nusantara bisa menjadi soal di SKD CPNS 2021.
Oleh karena itu sangat mungkin pula muncul di SKD CPNS 2021.
Inilah daftar peristiwa masa lampau yang perlu diketahui :
1. Peristiwa Geger Sepehi
Peristiwa ini terjadi di Kasultanan Yogyakarta ketika dipimpin Sultan Hamengkubuwono II pada 1812.
Ini juga merupakan salah satu pemicu terjadi Perang Diponegoro dari sederet alasan lainnya.
Baca juga: Dijuluki The Queen Of Soundtrack, Melly Goeslaw Beberkan Rahasianya Pada Yuni Shara
Geger Sepehi terjadi pada tanggal 19 - 20 Juni 1812.
Pada waktu itu pasukan Inggris dipimpin Thomas Stamford Bingley Raffles mendarat di Jawa dan mengalahkan Belanda.
Pasukan Inggris lalu menyerang Keraton Yogyakarta dan membuat Sulta Hamengkubuwono II turun tahta secara tidak terhormat.
Sultan Hamengkubuwono II kemudian digantikan anaknya, Sultan Hamengkubuwono III.
2. Perjanjian WINA
Perjanjian WINA diadakan pada tahun 1814.
Ini adalah perjanjian yang mengakhiri penguasaan Inggris terhadap Hindia Belanda.
Berdasarkan isi perjanjian WINA, Inggris menyerahkan kembali Hindia Belanda kepada Belanda pada tahun 1815.
Baca juga: Sebut Wartawan Peliput Coki Pardede NORAK, Tretan Muslim Disebut BAPER Gara-Gara Dark Joke Wartawan
3. Perjanjian Giyanti
Perjanjian Giyanti adalah salah satu bentuk adu domba VOC untuk melemahkan dan membuat Kerajaan Mataram tak lagi independen.
Belanda memecah belah Kerajaan Mataram dengan cara tidak mengakui gelar Sunan yang telah dimiliki Pangeran Mangkubumu sejak tahun 1750.
Pangeran Mangkubumi mendapat gelar Sunan setelah Pakubuwana II wafat.
Di saat itulah VOC melantik Adipati Anom menjadi Pakubuwana III.
Akhirnya terjadi dua pemimpin dalam Kerajaan Mataram dan membuat kondisi kerajaan tidak baik.
Pada akhirnya terjadilah perjanjian Giyanti yang membuat Kerajaan Mataram terbelah dua, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta.
Para pihak dalam perjanjian ini, antara lain Sunan Pakubuwono III (Adipati Anom), Pangeran Mangkubumi, dan kelompok Pangeran Sambernyawa.
Perjanjian ini ditandatangani pada 13 Februari 1755 di Desa Giyanti atau Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo, sebelah tenggara Karanganyar, Jawa Tengah.
Wilayah Kasunan Surakarta diberikan kepada Pakubowono III.
Sedangkan Pangeran Mangkubumi diberikan wilayah Yogyakarta dan mengganti gelar Sunan menjadi Sultan Hamengkubuwono I.
Baca juga: Gelar Konser Streaming, Dewa 19 Gandeng NTRL, Burgerkill, Endank Soekamti, dan Virzha
4. Perang Diponegoro
Perang Diponegoro adalah bentuk perlawanan bangsawan Jawa terhadap Belanda.
Tepatnya adalah perlawanan para Pangeran-Pangeran dari Kasultanan Ngayogyakarta terhadap Belanda.
Perang ini berlangsung selama 5 tahun, yakni 1825 - 1830.
Penyebab utama pecahnya perang ini adalah karena Belanda membangun jalan dengan melewati makam leluhur Pangeran Diponegoro.
Sebab lainnya adalah karena Belanda membuat Kasultanan Ngayogyakarta bangkrut dengan cara mengeluarkan dekret pada tahun 6 Mei 1823.
Dekret itu dikeluarkan oleh Van der Cappelen.
Dekrit itu memerintahkan semua tanah yang disewa orang Eropa dan Tionghoa wajib dikembalikan kepada pemiliknya per 31 Januari 1824.
Namun, pemilik lahan diwajibkan memberikan kompensasi kepada penyewa lahan Eropa.
Dekrit itu bakal membuat Keraton Yogyakarta terancam bangkrut karena tanah yang disewa adalah milik keraton sehingga Pangeran Diponegoro terpaksa meminjam uang kepada Kapitan Tionghoa di Yogyakarta pada masa itu.
Akibat peristiwa ini Pangeran Diponegoro memutuskan hubungan dengan keraton.
Baca juga: Diduga Lakukan Kriminalisasi, IPW Minta Kapolri Perhatikan Kasus yang Ditangani Kompol Subianto
DOKUMEN DEKLARASI SEHAT CPNS 2021
Peserta SKD CPNS 2021 wajib mengisi dokumen deklarasi sehat.
Dokumen deklarasi sehat kini sudah tersedia di akun sscasn.bkn.go.id milik masing-masing peserta.
Di dokumen tersebut, peserta ditanyakan sejumlah hal menyangkut kesehatannya berkaitan dengan Covid-19.
Namun, ada baiknya jangan terlalu terburu-buru mengisi dokumen deklarasi sehat tersebut.
Sebaiknya dokumen tersebut baru diisi dan di-print satu hari sebelum mengikuti SKD CPNS 2021.
Baca juga: Jennifer Jill Divonis 6 Bulan Rehabilitasi Setelah Dinyatakan Bersalah Konsumsi dan Menyimpan Sabu
RESIKO BERSAING DI FORMASI KERUH
Sementara itu, berikutnya adalah informasi bagi kalian bersaing di formasi jabatan keruh pada CPNS 2021?
Formasi jabatan keruh adalah formasi jabatan yang sangat ramai pelamarnya.
Bagi kalian yang bertarung di formasi keruh, bersiaplah dengan beberapa hal mengagetkan.
Salah satunya adalah terkait skor SKD CPNS 2021.
Baca juga: Vice Presiden KAI Jadi Dewan Pakar Partai Golkar Periode 2019-2024
Formasi keruh tampaknya akan didominasi oleh para pelamar dengan skor 400 ke atas bahkan bisa 420 ke atas.
Nilai para peserta SKD CPNS 2021 memang dijamin bakalan melonjak cukup jauh ketimbang SKD CPNS 2021.
Penyebab utamanya adalah adanya peningkatan jumlah soal dan passing grade pada CPNS 2021.
Passing grade yang ditingkatkan adalah TKP.
Dari minimal 126 pada CPNS 2019, menjadi 166 pada CPNS 2021.
Peningkatan passing grade TKP membuat skor minimal SKD melonjak jauh dari 275 pada CPNS 20119 menjadi 311 pada CPNS 2021.
Baca juga: VIDEO Ariza Sebut DKI Tunggu Keputusan Presiden Soal Status PPKM Level 4 yang Berakhir Hari Ini
Hal ini tentunya akan membuat perbedaan cukup jauh pula pada skor yang akan diraih para pelamar CPNS 2021.
Mari kita hitung dengan rumus perbandingan terkait sejauh mana nilai seseorang bisa melonjak akibat perbedaan ini.
Sebagai contoh, jika seorang peserta CPNS 2019 bisa memperoleh skor 321, maka di CPNS 2021 ini, peserta tersebut sangat berpotensi meraih skor 362.
Berikutnya jika pelamar CPNS 2019 mampu meraih skor 380, maka skor yang dia miliki pada tahun 2019 itu sebanding dengan skor 422 di CPNS 2021.
Nah, oleh karena itulah kemungkinan sebagian besar para pelamar CPNS 2021 akan memiliki skor di atas 400, atau bahkan di atas 420.
Baca juga: Pelatih Dirdja Wihardja Sebut Penerapan Protokol di Olimpiade Tokyo 2020 Menjadi Keseruan Tersendiri
Ini merupakan peringatan bagi kalian yang sedang bersaing di formasi keruh.
Persiapkan diri kalian sebaik-baiknya sebab mungkin skor SKD 400 tak begitu banyak artinya jika kalian bersaing di formasi keruh.
MINIMAL JUMLAH BENAR AGAR LOLOS PASSING GRADE
Passing grade SKD CPNS 2021 resmi ditingkatkan oleh Kemenpan RB.
Hal itu terungkap dalam konferensi pers BKN pada Kamis 29 Juli 2021.
Passing grade yang ditingkatkan adalah di formasi umum untuk TKP, yakni 166 atau meningkat cukup tajam ketimbang tahun 2019 lalu yang hanya 126.
Namun, peningkatan angka passing grade TKP ini diimbangi dengan jumlah soal yang bertambah sebanyak 10 soal ketimbang tahun sebelumnya.
Baca juga: Lolos ke Perempat Final, Anthony Sinisuka Ginting Bakal Tetap Fokus Saat Melawan Anders Antonsen
Sedangkan untuk TIU dan TWK masing-masing tetap di angka 80 dan 65.
Lalu berapah jumlah soal benar yang harus didapat agar lulus SKD CPNS.
Untuk TWK, minimal peserta harus bisa menjawab benar 13 soal.
Sedangkan untuk TIU, minimal harus menjawab benar sebanyak 17 soal.
Baca juga: Bikin Resah Masyarakat, Seleb TikTok Juy Putri Akui Semua Kesalahannya di Depan Publik
Nah, lalu apa saja kisi-kisi TKP SKD CPNS.
1. Pelayanan Publik
Mampu menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki.
2. Jejaring Kerja
Mampu membangun dan membina hubungan, bekerjasama, berbagi informasi, dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif.
3. Sosial Budaya
Mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk, terdiri atas beragama agama, suku, budaya, dan lainnya.
Baca juga: Nino Dapat Ponsel Bukti Pembunuhan Roy, Ini Sinopsis Ikatan Cinta Hari Ini, Kamis 29 Juli 2021
4. TIK
Mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerjanya.
5. Profesionalisme
Mampu melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.
6. Anti Radikalisme
Menjaring informasi dari individu tentang pengetahuan terhadap anti radikalisme , kecenderungan bersikap, dan bertindak saat menanggapi stimulus dengan beberapa alternatif yang sesuai.
Ya, itulah bentuk-bentuk soal TKP SKD CPNS 2021 dan apa yang diharapkan pembuat soal.
Sehingga para pelamar CPNS 2021 hanya tinggal mencari jawaban yang paling sesuai dengan apa yang diharapkan pembuat soal.
RANGKUMAN LENGKAP SOAL CPNS DIMENSI PANCASILA
Apa itu dimensi realitas Pancasila?
Apa itu dimensi idealisme Pancasila?
Apa itu dimensi fleksibilitas Pancasila?
Pelamar CPNS 2021 wajib paham betul mengenai dimensi Pancasila karena selalu muncul di setiap TWK SKD CPNS.
Baca juga: Pemprov DKI Kini Wajibkan Pengunjung dan Karyawan Warteg Divaksin Covid-19
Oleh karena itu, soal serupa juga kemungkinan besar muncul di SKD CPNS 2021.
Inilah rangkuman lengkap soal CPNS tentang dimensi Pancasila.
Dimensi Pancasila diketahui ada tiga, yakni :
1. Dimensi Realitas
Adaptasi nilai-nilai yang dijalankan dalam kehidupan nyata.
2. Dimensi Idealisme
Pencerminan ideologi yang harus mampu memberikan harapan dan cita-cita kepada masyarakat.
Baca juga: 2 Dosis Vaksin Sinovac Mampu Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19 Hingga 98 Persen
3. Dimensi Fleksibilitas
Mencerminkan atau menggambarkan kemampuan suatu ideologi untuk memengaruhi dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
PASSING GRADE CPNS 2021
Sementara itu, BKN juga baru saja mengumumkan passing grade CPNS 2021.
Untuk formasi umum, passing grade nya, yakni TWK 65, TIU 80, dan TKP 166.
Untuk formasi disabilitas, TWK 65, TIU 60, dan TKP 166.
Untuk formasi cumlaude, TWK 65, TIU 85, dan TKP 166.
Untuk formasi Putra/putri Papua/Papua Barat, TWK 65, TIU 60, dan TKP 166.
SOAL CPNS RADIKALISME
Apa saja tahap-tahap dalam radikalisasi?
Pertanyaan seperti di atas sangat mungkin ke luar di dalam SKD CPNS 2021.
Nah, lalu apa jawabannya.
Dikutip dari buruhmigran.or.id, menurut Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris, tahapan radikalisasi adalah pra-radikalisasi, identifikasi diri, indoktrinasi, dan jihadisasi.
Baca juga: Vaksin Keliling di RPTRA Amanah Terkendala, Banyak Warga Ambil Nomor Antrean Tapi Tidak Hadir
Pra-radikalisasi merupakan kehidupan sebelum terjadi radikalisasi.
Identifikasi diri adalah individu mulai mengidentifikasi diri ke arah radikalisme.
Indoktrinasi adalah kondisi dimana individu mulai mengintensifkan dan memfokuskan kepercayaannya. Hal ini bisa dilakukan melalui pertemuan langsung (offline), maupun tidak langsung atau melalui media (online).
Tahap terakhir adalah Jihadisasi, yaitu mulai mengambil tindakan atas keyakinannya seperti melalui aksi kekerasan ekstrim seperti melakukan teror.
Selain itu, masih banyak soal-soal lain menyangkut radikalisme.
Oleh karena itu para pelamar CPNS 2021 harus memahami betul berbagai hal menyangkut radikalisme.
Mari kita mulai daftar soal CPNS menyangkut radikalisme :
Baca juga: Sugiarto Sukamuljo Selalu Beri Semangat dan Harus Sendirian Saat Menyaksikan Marcus/Kevin Bertanding
1. Apa pengertian radikalisme?
Radikalisme adalah suatu keinginan pada perubahan yang menentang keseluruhan yaitu struktur dasar dan fundamental. Yang secara politik diarahkan pada setiap gerakan atau tindakan yang ingin mengubah sistem
dari akarnya.
Tindakan radikalisme yang menginginkan perubahan dengan cara tindak kekerasan, kekejaman oleh seseorangan atau golongan sebagai usaha untuk mencapai suatu tujuan terutama tujuan tentang politik. Tujuannya untuk mengusung perubahan tapi tindakan seperti ini menggunakan kekerasan dan terror yang sangat merugikan orang lain.
2. Ciri-ciri orang terpapar radikalisme?
Dikutip dari buruhmigran.or.id, Prof. Dr. Irfan Idris, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), ada proses tersendiri seseorang mengalami perubahan dari seseorang yang radikalis, ekstrimis, hingga menjadi teroris.
Menurut Irfan, Radikalisme mengalami perubahan secara total dan bersifat drastis. Radikalisme menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada, ciri-cirinya adalah mereka intoleran atau tidak memiliki toleransi pada golongan yang memiliki pemahaman berbeda di luar golongan mereka, mereka juga cenderung fanatik, eksklusif dan tidak segan menggunakan cara-cara anarkis.
Baca juga: Perempuan Paruh Baya Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Mandi, Besar Dugaan Kena Serangan Jantung
3. Apa definisi terorisme?
Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan. (Sumber: UU Nomor 5 Tahun 2018)
4. Apa itu ekstrimisme?
Dikutip dari buruhmigran.id, menurut Merriam-Webster Dictionary, ekstremisme secara harfiah artinya “kualitas atau keadaan yang menjadi ekstrem” atau “advokasi ukuran atau pandangan ekstrim”.
Saat ini, istilah tersebut banyak dipakai dalam esensi politik atau agama, yang merujuk kepada ideologi yang dianggap (oleh yang menggunakan istilah ini atau beberapa orang yang mematuhi konsensus sosial) berada jauh di luar sikap masyarakat pada umumnya. Namun, ekstremisme juga dipakai dalam diskursus ekonomi.
Menurut Dr. Alex P. Schmid (2014), kelompok ekstrimis merupakan kelompok yang menganut paham kekerasan ekstrim atau ekstrimisme. dibandingkan radikalis, ekstrimis cenderung berpikiran tertutup, tidak bertoleransi, anti-demokrasi dan bisa menghalalkan segala cara, termasuk penipuan, untuk mencapai tujuan mereka. Kelompok ekstrimis juga berpikiran tertutup. Kelompok ini berbeda dengan kelompok radikalis, kelompok yang menganut paham radikal atau radikalisme. (“Radicalisation, De-Radicalisation, Counter-Radicalisation: A Conceptual Discussion and Literature Review”, 2014: h. 56)
Baca juga: Yurike Prastika Sering Pamer Tubuh Seksi di Akun Medsos Supaya Dapat Banyak Likes dari Followers
5. Apa itu radikalisasi?
Menurut Dr. Alex P. Schmid (2013), radikalisasi adalah proses dimana Individu atau kelompok yang berubah dan memiliki kecenderungan menentang dialog dan kompromi dengan pihak yang berbeda; mereka memilih jalan konfrontasi dan konflik.
Pilihan ini disertai oleh dukungan terhadap, antara lain :
(i) penggunaan tekanan dan strategi memaksa (coersion) dengan jalan kekerasan atau non-kekerasan,
(ii) legitimasi atau dukungan terhadap berbagai bentuk kekerasan, selain terorisme, untuk mewujudkan tujuanya yang dianggap mulia, dan
(iii) pada ujungnya bisa berlanjut ke level tertinggi dalam bentuk kekerasasan ekstrim atau terorisme.
Proses ini biasanya diikuti oleh kecenderungan penguatan ideologi yang menjauh dari arus utama (mainstream) dan mengarah kepada titik ekstrim yang didasari oleh cara pandang dikotomis dan keyakinan bahwa kemapanan sistem yang ada tidak lagi bisa menjadi jalan bagi terjadinya perubahan yang diinginkan.
Baca juga: Kembali Beraktivitas di Pasar Koja Baru, Ari dan Toni Sudah Menyiapkan Surat Vaksinasi
6. Bagaimana cara menangkal radikalisme?
- Dikutip dari lipi.go.id, Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra mengatakan cara untuk menangkal munculnya radikalisme harus dimulai dari keluarga.
"Tanggung jawab semua, dimulai dari keluarga untuk menghormati perbedaan agama hingga budaya yang sangat majemuk," kata Azyumardi Azra usai menerima LIPI Sarwono Award, Rabu malam.
- Pola pengasuhan di rumah dilakukan dengan se-demokratis mungkin.
- Penguatan Pancasila.
- Menerapkan pembelajaran di sekolah di mana anak dirangsang untuk berpikir kritis.