Kamis, 4 Juni 2026

Berita Depok

Transformasi Sekolah Favorit, SMA Negeri 1 Depok Jadi Sekolah Maung yang Digagas Dedi Mulyadi  

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Depok resmi ditunjuk sebagai Sekolah Maung (Manusia Unggul) pada tahun ajaran 2026-2027. 

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Desy Selviany
TribunDepok/M. Rifqi Ibnumasy
SEKOLAH MAUNG - Siswa-siswi SMA Negeri 1 Depok saat peringatan Sumpah Pemuda. (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy)  

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Depok resmi ditunjuk sebagai Sekolah Maung (Manusia Unggul) pada tahun ajaran 2026-2027. 

Program ini digagas langsung oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) untuk menghadirkan sekolah unggul berbasis prestasi. 

Menurut KDM, merupakan bentuk perubahan atau transformasi dari konsep "sekolah favorit" di zaman dulu. 

Sekolah ini dibangun kembali dengan kualifikasi tertentu untuk mewadahi anak-anak yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. 

KDM menjelaskan, prestasi non-akademik meliputi seni, olahraga, dan kegiatan kompetitif lainnya. 

Adapun tujuan dari program Sekolah Maung guna meningkatkan kualitas SDM serta membuka peluang karier. 

“Misalnya di satu kabupaten biasanya ada SMA 1 atau SMA 3 atau SMA 2, yang menjadi sekolah favorit siswa di mana penerimaan NEM-nya, NEM tertinggi,” kata KDM melalui akun Instagramnya, dikutip Minggu (31/5/2026). 

Di seluruh Provinsi Jawa Barat, total ada 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri, salah satunya SMA Negeri 1 Depok

SMA Negeri 1 Depok dipilih karena memiliki rekam jejak prestasi akademik yang kuat serta dinilai siap menjadi pusat pengembangan siswa unggulan di Kota Depok

Seleksi masuk Program Sekolah Maung memiliki persyaratan yang lebih ketat dibanding sekolah reguler. 

Untuk jalur potensi akademik, peserta wajib memiliki IQ minimal 130 dari lembaga psikologi resmi terdaftar HIMPSI atau perguruan tinggi terakreditasi, serta mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) numerasi dan literasi. 

Sedangkan, jalur kompetensi akademik Mensyaratkan rata-rata nilai rapor semester 1-5 minimal 85. 

Terakhir, jalur kompetensi non-akademik diperuntukkan bagi siswa berprestasi di bidang seni, olahraga, pramuka, paskibra, organisasi, dan kepemimpinan dengan rata-rata nilai minimal 80. 

Baca juga: Berduka, Ini Sosok Ryamizard Ryacudu di Mata Muhammadiyah

KDM menambahkan, nasib siswa yang ada di sekitar Sekolah Maung jika tidak diterima masuk dapat memilih sekolah swasta di sekitarnya. 

“Dan di sekolah swastanya mereka gratis, tidak pandang kaya dan miskin, karena mereka kehilangan hak untuk sekolah di sekolah negeri, maka haknya kami berikan di sekolah swasta tersebut,” ujarnya. 

“Sekolah swasta tersebut memiliki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan diatur dengan Surat Keputusan Gubernur,” pungkasnya. (m38) 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved