Selasa, 2 Juni 2026

Transportasi Umum

Bakal Lewati 3 Provinsi, Proyek MRT Cikarang-Balaraja Sepanjang 84 Km Mulai Digarap 2026

akal Lewati 3 Provinsi, Proyek MRT Cikarang-Balaraja Sepanjang 84 Km Dimulai 2026

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
MRT - Penumpang menikmati perjalanan dengan moda transportasi MRT di Jakarta. 

Laporan Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mematangkan rencana besar pengembangan Lin Timur-Barat yang akan menghubungkan kawasan Cikarang (Jawa Barat) hingga Balaraja (Banten).

Proyek transportasi massal lintas provinsi sepanjang 84 kilometer ini kini tengah memasuki berbagai tahapan persiapan, mulai dari studi kelayakan hingga persiapan tender pembangunan tahap awal.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa dasar hukum untuk rute ini sudah ditetapkan sejak akhir tahun 2022.

“Untuk Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 Tomang–Medan Satria, saat ini sedang dalam tahap persiapan tender dan ditargetkan dapat dimulai pembangunannya pada 2026,” kata Rendy kepada Wartakotalive.com (Tribun-Network) belum lama ini.

Sementara untuk jalur lainnya, prosesnya masih dalam tahap pengkajian mendalam.

“Fase 1 Tahap 2 Tomang–Kembangan, Fase 2 Barat Kembangan–Balaraja, dan Fase 2 Timur Medan Satria–Cikarang masih dalam tahap studi kelayakan,” katanya.

Skema Pembiayaan Kreatif

Mega proyek yang membelah tiga provinsi ini mendapat respons baik dari berbagai sektor. Menurut Rendy, kerja sama yang kuat terjalin antara pemerintah pusat, daerah, hingga swasta.

“Sejauh ini, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pihak swasta menunjukkan dukungan positif terhadap rencana pengembangan Lin Timur-Barat, termasuk melalui berbagai kajian pengembangan kawasan di sepanjang koridor tersebut,” ucap dia.

Rendy menambahkan bahwa proyek strategis ini akan dijalankan secara bertahap, dengan fokus awal pada koridor Tomang hingga Medan Satria.

“Pengembangan MRT Jakarta Lin Timur-Barat merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik perkotaan modern yang dilakukan secara bertahap,” kata Rendy.

Terkait waktu eksekusi untuk fase-fase berikutnya, pihak MRT Jakarta akan sangat bergantung pada hasil studi dan kesiapan dokumen pendukung.

“Untuk tahapan berikutnya, target pelaksanaan akan menyesuaikan dengan hasil kajian, kesiapan pendanaan, proses perizinan, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Mengenai anggaran, MRT Jakarta telah mengamankan skema pendanaan awal untuk jalur Tomang–Medan Satria melalui kerja sama internasional.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved