Kamis, 30 April 2026

Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek

Korban Tewas Jadi 16 Orang, Dedi Mulyadi Minta Tindak Ormas yang Kuasai Perlintasan Kereta Api Liar

Korban Tewas Jadi 16 Orang, Presiden Prabowo, KDM & Kepala Daerah Kompak Kebut Proyek Flyover!

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
TAKZIAH - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyani (KDM) melayat atau takziah ke rumah duka Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, Rabu (29/4/2026).(Foto: Warta Kota Yolanda Putri Dewanti) 

Laporan Yolanda Putri Dewanti, M. Azzam & Rendy Rutama Putra

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Tragedi memilukan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, kini memicu gelombang keprihatinan dari berbagai elemen masyarakat.

Tak hanya menyisakan duka bagi keluarga 106 korban, insiden ini menjadi momentum bagi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melakukan perombakan infrastruktur secara masif demi menjamin keselamatan publik.

Hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, data dari pihak kepolisian dan rumah sakit menunjukkan angka yang memilukan.

Total korban tercatat mencapai 106 orang, dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 orang luka-luka.

Sebanyak 46 penumpang masih harus menjalani perawatan intensif, sementara 44 lainnya telah diperbolehkan pulang.

Gubernur Dedi Mulyadi: "Tindak Ormas Penguasa Palang Pintu!"

Salah satu korban jiwa yang menyita perhatian publik adalah Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), karyawati Kompas TV yang dikenal sebagai tulang punggung keluarga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sempat melayat ke rumah duka almarhumah Nur Ainia di Tambun Selatan untuk mengungkapkan turut berbelasungkawa atas tragedi ini. 

Di hadapan keluarga korban, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini meluapkan kegeramannya terhadap tata kelola perlintasan kereta yang semrawut dan ilegal.

“Perlintasan kemarin itu problem di mana-mana. Banyak jalan dibangun baru, tapi bukan lintasan resmi PT KAI. Kalau tidak segera diamankan, peristiwa seperti ini akan terus terjadi,” tegas Dedi, Rabu (29/4/2026).

Tak hanya masalah fisik, Dedi juga menyoroti adanya dugaan penguasaan pintu perlintasan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas). Ia pun meminta aparat bertindak tanpa kompromi.

“Tindak saja ormasnya. Tidak boleh ada yang menguasai sesuatu yang bukan haknya di Jawa Barat,” tegas Gubernur Dedi.

Ia menegaskan seluruh perlintasan, baik resmi maupun tidak resmi, harus segera dilengkapi sistem pengamanan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.

Selain itu, Dedi juga menyinggung kondisi wilayah yang padat penduduk, sehingga membutuhkan solusi jangka panjang berupa pembangunan flyover.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved