Rabu, 29 April 2026

Berita Bogor

Kawasan Parung Bogor Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru yang Modern dan Terintegrasi

Pemkab Bogor Bakal Sulap Kawasan Parung Jadi Pusat Ekonomi Baru yang Modern dan Terintegrasi

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
Diskominfo Kabupaten Bogor
PENATAAN PARUNG - Pemkab Bogor mulai melakukan penataan kawasan Pasar Parung sejak Rabu (15/4/2026). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PARUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi dan modern.

Tak sebatas penataan pasar, Pemkab Bogor berencana menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, dan transportasi dalam satu kawasan modern.

Konsep tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memimpin rakor bersama jajaran kepala perangkat daerah, di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Kota Depok Bakal Kirim 750 Ton Sampah Per Hari ke Kota Bogor, Ini Lokasinya

Rudy menyampaikan bahwa kawasan Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terstruktur dan representatif. 

Salah satu rencana utama adalah pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat dan area kuliner.

“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman,” kata Rudy dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/4/2026).

“Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” sambungnya.

Selain itu, kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum. 

Langkah ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik di Parung, seperti kemacetan akibat angkutan yang berhenti sembarangan di badan jalan.

Pemkab Bogor telah menyiapkan dua titik lahan strategis untuk mendukung pengembangan tersebut. 

Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi direncanakan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi terintegrasi. 

Sementara itu, lahan kedua seluas kurang lebih 2 hektar akan difungsikan sebagai pengembangan kawasan pendukung, termasuk akses transportasi.

Menurut Rudy, pengembangan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara langsung. 

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved