Berita Jakarta
Pengalaman Abram Buru Ikan Sapu-sapu di Setu Babakan Jaksel, Target 5 Ton
Abram Dorya Kudu menceritakan pengalamannya berburu ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jakarta Selatan.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Desy Selviany
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, M Rifqi Ibnumasy
WARTAKOTALIVE.COM, JAGAKARSA - Abram Dorya Kudu menjadi salah satu petugas yang turun ke aliran irigasi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk berburu ikan sapu-sapu, Jumat (17/4/2026).
Abram Dorya Kudu menceritakan pengalamannya berburu ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jakarta Selatan.
Bermodalkan jaring dan serokan, ia bersama rekan-rekannya berenang menyusuri aliran irigasi yang dipenuhi ikan sapu-sapu.
Bahkan sekali jaring, ribuan ekor ikan sapu-sapu tertangkap hingga petugas kesulitan untuk menaikkannya ke permukaan dasar sungai.
Bagi Abram, menangkap ikan sapu-sapu di aliran irigasi Setu Babakan memiliki kesulitan tersendiri.
Pasalnya, pinggiran irigasi memiliki gorong-gorong dalam yang menjadi tempat persembunyian ikan sapu-sapu.
“Kita di sini memakai ada jaring tangkap biasa yang kita sebut, terus seser, sama ada jaring rantai juga, berikut dengan yang lainnya,” kata Abram.
Abram memperkirakan, ada sekitar satu kuintal atau ribuan ikan sapu-sapu dalam sekali tangkap.
Baca juga: Kata Wali Kota Jaksel Soal Oknum Tukang Siomay Pakai Ikan Sapu-sapu
Pria yang bekerja di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (PPSHP) PPI Ciganjur itu berencana akan mengikuti kegiatan tersebut hingga ikan sapu-sapu di lokasi berkurang.
Targetkan 5 Ton Ikan Sapu-sapu
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jaksel Muhammad Anwar menargetkan 5 ton ikan sapu-sapu di aliran irigasi Setu Babakan dapat tertangkap.
Ikan sapu-sapu yang tertangkap langsung dimusnahkan dengan cara dikubur di dalam kubangan tanah.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini ekosistem yang ada akan lebih baik, lebih baik kualitas airnya, udaranya, dan sebagainya,” harapnya.
Laki-laki bertopi itu menilai, ikan sapu-sapu memiliki dampak negatif bagi ekosistem lingkungan.
Ikan ini predator bagi semua jenis ikan dan mampu hidup dengan kondisi air meski tercemar.
“Terutama di Jakarta Utara yang airnya kotor, telurnya tetap bisa hidup, survive, nggak ada masalah. Berarti kan memang dia berbahaya,” jelasnya.
Aksi pembasmian ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan hari ini. Anwar memastikan kegiatan akan berlanjut hingga keberadaannya menghilang. (m38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/ikan-sapu-sapu-setu-babakan.jpg)