Ledakan SPBE Bekasi
SPBE Cimuning Bekasi Terbakar, Pertamina Minta Maaf & Jamin Ganti Rugi Korban
Lima Jam Api Mengamuk di SPBE Bekasi, Pertamina Minta Maaf dan Jamin Ganti Rugi Korban
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Langit malam mendadak memerah saat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, dilalap si jago merah pada Rabu (1/4/2026) malam.
Insiden mengerikan ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar.
Kobaran api yang begitu besar tidak hanya menghanguskan area fasilitas pengisian gas, tetapi juga mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar kritis dan memaksa warga sekitar mengungsi di tengah malam.
Baca juga: Korban Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 12 Orang
Padamkan Api Pakai Cairan Khusus
Proses penaklukan api berjalan sangat dramatis dan penuh kehati-hatian. Mengingat lokasi yang terbakar adalah pusat penampungan gas bertekanan tinggi, ancaman ledakan susulan terus membayangi petugas di lapangan.
PLT Kepala Dinas Pemadaman dan Penyelamatan (Kadis Damkarmat) Kota Bekasi, Heryanto, memimpin langsung operasi yang memakan waktu hingga lima jam tersebut.
Sebanyak 100 personel gabungan dari Kota dan Kabupaten Bekasi diterjunkan.
"Disdamkarmat mendapatkan laporan awal pada Rabu (1/4/2026) sekira pukul 20.00 WIB, lalu saat ini pada Kamis (2/4/2026) sekira pukul 01.00 WIB, kami sudah melakukan proses pendinginan api," kata Heryanto di lokasi, Kamis (2/4/2026).
"Kami kerahkan 15 unit mobil pemadam, dan alhamdulillah dibantu Pemda sebanyak tiga unit artinya sekitar 15 unit yang kami kerahkan malam ini," jelasnya.
Untuk menjinakkan api yang bersumber dari gas, petugas Damkar tidak bisa hanya menggunakan air biasa, melainkan menggunakan metode pemadaman khusus berbasis foam (busa) atau liquid detergen.
"Tentunya memadamkan api dgn kejadian gas seperti ini perlu penanganan khusus. Jangan sampai juga tadi di awal juga terjadi ledakan, karena memang sifat dasarnya gas akan meledak," tuturnya.
Tragedi 12 Korban Jiwa Kritis Terbakar
Dampak dari kebakaran ini sangat memilukan. Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, insiden ini memakan belasan korban luka.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, yang turun ke lokasi kejadian memastikan para korban telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan.
"Korban masih dilakukan pendataan. Sementara ini data di kami ada 12 orang, dan itu sudah dibawq tersebar di beberapa Rumah Sakit (RS)," kata Kusumo di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Kondisi para korban dilaporkan cukup memprihatinkan karena paparan panas yang ekstrem.
"Rata-rata mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen untuk para korban," jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian dan pemerintah setempat langsung mendirikan posko pengungsian darurat bagi warga yang rumahnya terdampak di sekitar area SPBE.
"Yang jelas ini kan ada posko, nanti dicatat oleh pihak relevan semua kerugian seperti apa, yang utama adalah keselamatan warga sekitar. Karena kami lihat banyak warga yg terdampak di sekitar," tuturnya.
Permintaan Maaf dan Ganti Rugi Pertamina
Merespons tragedi ini, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) langsung angkat bicara. SPBE swasta yang telah beroperasi sejak tahun 2009 ini diketahui merupakan salah satu mitra resmi mereka.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.
"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa bagian Barat menyampaikan mohon maaf atas insiden yang terjadi, insiden di SPBE yang merupakan mitra dari Pertamina, kami mohon maaf," kata Susanto, Kamis (2/4/2026).
Susanto menegaskan bahwa Pertamina tidak akan lepas tangan. Pihaknya berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga pulih, serta memberikan kompensasi atas kerusakan rumah warga di sekitar radius kebakaran.
"Sudah pasti perawatan korban itu Pertamina itu tanggung jawab, lalu untuk kerusakan rumah ini kan harus dilihat dulu, kami harus bekerja sama sama pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kami juga akan lihat kerusakannya seperti apa," jelasnya.
Pasokan Gas LPG Warga Dipastikan Aman
Meski SPBE Cimuning yang melayani kebutuhan tiga wilayah terpaksa berhenti beroperasi akibat ludes terbakar, Pertamina memastikan bahwa rantai distribusi LPG kepada masyarakat tidak akan terputus atau mengalami kelangkaan.
"Jadi, SPBE ini adalah stasiun pengisian bulk elpiji, di sini itu tempat pengisiannya LPG, lalu nanti itu diangkut oleh mobil agen dan agen itu menyebarkan ke pangkalan-pangkalan," kata Susanto di lokasi.
"Kami sampaikan bahwa dengan adanya insiden ini, pasokan LPG pada warga tidak terganggu terutama untuk wilayah yang menjadi coverage dari ini. SPBE ini itu masuknya ke kabupaten Bekasi, kurang lebih melayani tiga wilayah," pungkasnya.
| Prakiraan Cuaca Kota Depok Hari Ini, Rabu 22 April 2026: Waspada Potensi Hujan Ringan |
|
|---|
| Buntut Potongan Video JK, Ade Armando dan Abu Janda Resmi Dipolisikan Atas Dugaan Penghasutan |
|
|---|
| Didemo Soal PHK Sepihak hingga Gaji di Bawah UMK, PT Immortal Cosmedika Indonesia Buka Suara |
|
|---|
| Meroket Tajam! Harga Emas Antam Hari Ini 21 April 2026 Tembus Rp 2,88 Juta per Gram, Cek Rinciannya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Depok, Selasa 21 April 2026: Cerah Siang Hari, Potensi Hujan Ringan di Sore Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ledakan-SPBE-Bekasi.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.