Sabtu, 2 Mei 2026

Perang Amerika Israel vs Iran

Ali Khamenei Gugur, Iran Bersumpah Balas Dendam, Selat Hormuz Terancam Ditutup

Ali Khamenei Gugur, Iran Bersumpah Balas Dendam, Selat Hormuz Terancam Ditutup

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Tribunnews.com
WAFAT - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatolla Ali Khamenei, gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TEHERAN – Dunia internasional terguncang. Setelah sempat menjadi simpang siur, pemerintah Iran melalui saluran TV resmi IRINA akhirnya mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026).

Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) pada Minggu (1/3/2026) menuliskan, "Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur sebagai martir setelah diserang oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi."

Saat ini, siaran TV pemerintah Iran terus melantunkan ayat suci Al-Quran dengan latar belakang foto sang "Rahbar" dan spanduk hitam sebagai tanda duka mendalam.

Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran, Guru Besar Hukum Internasional UI Sarankan 5 Langkah Politik Indonesia 

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menargetkan Khamenei. Rudal presisi AS-Israel juga dilaporkan menewaskan kerabat dekat sang Pemimpin Tertinggi, termasuk anak, menantu, hingga cucunya yang berada di lokasi kejadian.

Masa Berkabung 40 Hari

Pemerintah Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur nasional selama tujuh hari. Namun, di balik duka tersebut, tersimpan amarah besar. 

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa kematian sang pemimpin bukan akhir dari perlawanan.

“Militer Iran berjanji akan membalas kematian Khamenei. Ini akan menjadi awal pemberontakan Republik Islam terhadap para penindas,” bunyi pernyataan resmi militer Iran.

Iran sendiri telah melakukan serangan balik ke pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah. Drone yang diduga milik Iran menghantam gedung strategis di Bahrain yang diyakini sebagai markas agen intelijen Mossad.

Rudal-rudal Iran juga menyasar fasilitas militer Amerika Serikat di Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Tutup Selat Hormus

Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman kematian tersebut, situasi ekonomi dunia langsung terancam. Garda Revolusi Iran memberikan peringatan kepada kapal-kapal komersial bahwa jalur strategis ini tidak lagi aman untuk dilintasi.

Informasi yang dikutip dari laporan Gulf News menyebutkan, sejumlah kapal komersial dan tanker minyak telah menerima peringatan langsung dari otoritas militer Iran.

Pesan tersebut mengindikasikan adanya pembatasan pergerakan kapal di salah satu jalur energi paling vital di dunia, yang selama ini menjadi nadi distribusi minyak global.

Selat Hormuz yang terletak di kawasan Teluk Arab memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung utama antara negara-negara produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar internasional.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved