Senin, 8 Juni 2026

Liputan Khusus

Soroti Polemik Penonaktifan Massal PBI-JK, Pengamat Kebijakan Publik UI Tekankan Evaluasi 

Soroti Polemik Penonaktifan Massal PBI-JK, Pengamat Kebijakan Publik UI Tekankan Evaluasi 

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com
PENONAKTIFAN PBI-JK - Pengamat Kebijakan Publik UI, Ima Mayasari menekankan adanya evaluasi atas polemik yang ditimbulkan pasca penonaktifan massal kepesertaan PBI-JK. (Wartakotalive.com/UI)  

Laporan M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI), Ima Mayasari turut memberikan tanggapan terkait polemik penonaktifan massal kepesertaan BPJS Kesehatan PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan).

Ima menilai, penonaktifan kepesertaan PBI-JK dilakukan tanpa adanya pemberitahuan atau sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

Alhasil, pasca kebijakan tersebut dilakukan, masyarakat yang sebelumnya menerima PBI-JK kebingungan karena tak lagi ditanggung saat berobat.

Baca juga: Warga Depok Resah Kepesertaan PBI-JK Tiba-tiba Nonaktif Serentak, BPJS Kesehatan Buka Suara

Selain itu, Doktor Hukum UI itu menekankan agar kebijakan PBI-JK terintegrasi dengan data sosial ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat yang benar-benar dikategorikan miskinlah yang menerima PBI-JK.

“Artinya harus in line atau terintegrasi dengan data sosial ekonomi dari masyarakat itu sendiri,” kata Ima saat dihubungi Warta Kota, Kamis (12/2/2026).

“Masyarakat yang benar-benar dikategorikan miskin, mereka berhak untuk mendapatkan PBI,” sambungnya.

Dampak Penonaktifan PBI-JK 

Penonaktifan massal kepesertaan PBI-JK tanpa pemberitahuan atau sosialisasi juga berdampak bagi pasien.

Kebijakan ini sangat beresiko bagi pasien penyakit kronis, seperti penderita gagal ginjal yang membutuhkan perawatan rutin seperti cuci darah.

“Ini menjadi persoalan ketika BPJS mereka nonaktif, mereka ke rumah sakit, bisa jadi rumah sakit tersebut tidak melayani karena dari sisi persyaratan PBI-nya tidak terpenuhi lagi gitu,” ujarnya.

Untuk itu, Ima menyarankan pemerintah membuat mekanisme agar pasien miskin tetap bisa ditangani meskipun menggunakan dana Bansos atau skema lainnya.

Evaluasi Kebijakan 

Bagi Ima, pemerintah maupun pihak BPJS Kesehatan harus melakukan evaluasi polemik yang ditimbulkan dari penonaktifan massal kepesertaan PBI-JK.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved