Berita Jakarta
Dokter Ini Ungkap Tips Agar Tak Terlalu Lapar dan Haus Saat Puasa
Ada cara khusus agar tidak terasa lapar dan haus saat berpuasa di bulan Ramadan.
Buah yang mengandung vitamin C dan E, seperti jeruk, stroberi, dan kacang almond, juga dianjurkan guna membantu menjaga imunitas tubuh.
Baca juga: Daftar Produk AS Tak Wajib Sertifikat Halal, Singgung Hasil Rekayasa Genetika
Sebaliknya, masyarakat diimbau menghindari makanan instan atau ultra-processed karena umumnya tinggi garam dan lemak yang dapat menurunkan kualitas kesehatan tubuh.
Pentingnya Hidrasi Saat Sahur
Kebutuhan cairan juga menjadi perhatian utama. Warga dianjurkan minum minimal dua hingga tiga gelas air putih saat sahur untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa sekitar 13 jam.
Konsumsi buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, apel, melon, dan pepaya juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dinkes turut mengingatkan agar menghindari makanan terlalu asin, terlalu manis, pedas, maupun bersantan saat sahur karena dapat memicu rasa haus berlebihan serta gangguan pencernaan.
Menu Berbuka: Bertahap dan Tidak Berlebihan
Saat berbuka puasa, Ani menyarankan masyarakat memulai dengan air putih atau air kelapa muda untuk mengganti cairan dan elektrolit tubuh.
Konsumsi dua hingga tiga butir kurma dianjurkan sebagai sumber glukosa alami untuk mengembalikan energi secara cepat. Takjil sehat seperti salad buah, sop buah tanpa gula berlebih, atau yogurt juga menjadi pilihan yang lebih baik.
“Setelah itu, konsumsi makanan hangat atau berkuah seperti sup sayur atau sup ayam agar lambung tidak kaget setelah seharian kosong,” jelas wanita yang pernah menjalani praktik di Puskesmas Makasar Jakarta Timur itu.
Menu utama sebaiknya tetap mengandung karbohidrat kompleks, protein rendah lemak seperti ikan panggang atau ayam rebus, serta sayuran. Gorengan dianjurkan untuk dibatasi agar tidak menimbulkan rasa begah dan gangguan pencernaan.
Tetap Aktif dan Istirahat Cukup
Selain pola makan, Dinkes DKI juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat selama Ramadan. Aktivitas fisik tetap dianjurkan dengan durasi sekitar 150 menit per minggu atau 30 menit per hari dengan intensitas ringan hingga sedang.
Olahraga dapat dilakukan sebelum sahur, menjelang berbuka, maupun setelah salat tarawih.
Masyarakat juga diingatkan untuk mengatur waktu istirahat dengan baik, termasuk tidur siang singkat atau power nap guna mengganti waktu istirahat yang berkurang akibat sahur dan ibadah malam.
Sebagai pelengkap, konsumsi multivitamin dapat dilakukan bila diperlukan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
“Pastikan kebutuhan nutrisi seimbang antara serat, protein, dan karbohidrat terpenuhi agar tubuh tetap bugar selama Ramadan,” tutup Ani.(m27)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/ANI-RUSPITAWATI.jpg)