Senin, 8 Juni 2026

Berita Jakarta

Dokter Ini Ungkap Tips Agar Tak Terlalu Lapar dan Haus Saat Puasa

Ada cara khusus agar tidak terasa lapar dan haus saat berpuasa di bulan Ramadan.

Tayang:
Editor: Desy Selviany
PPID DKI Jakarta
ANI RUSPITAWATI-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memberikan tips tak terlalu lapar dan haus saat puasa 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


TRIBUNDEPOK -- Ada cara khusus agar tidak terasa lapar dan haus saat berpuasa di bulan Ramadan.

Tips tidak lapar dan tetap menjaga tubuh bugar di bulan puasa itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.

Wanita kelulusan Kedokteran Gigi Universitas Airlangga itu menyebut bahwa menu sahur menjadi kunci agar bisa puasa terasa nyaman saat dijalankan di siang hari.

Pejabat DKI yang pernah menjadi Dokter Gigi Fungsional itu juga membagikan sejumlah tips memilih menu sahur dan berbuka puasa yang sehat dan seimbang agar tubuh tetap bugar serta imunitas terjaga selama menjalankan ibadah Ramadan.

Menurutnya, pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka menjadi kunci utama menjaga stamina, mencegah dehidrasi, serta menghindari gangguan kesehatan selama berpuasa.

Menu Sahur: Energi Tahan Lama dan Nutrisi Seimbang

Wanita kelahiran Lumajang itu menjelaskan, prinsip utama sahur sehat adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mampu menyediakan energi secara bertahap sepanjang hari.

Karbohidrat kompleks menjadi pilihan utama karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana. 

Masyarakat disarankan memilih nasi merah, oat, ubi jalar, roti gandum, maupun umbi-umbian sebagai sumber energi tahan lama.

Selain itu, asupan protein juga penting untuk menjaga massa otot sekaligus membantu tubuh tetap kenyang lebih lama. Sumber protein yang dianjurkan antara lain telur, dada ayam, ikan, daging sapi, tahu, dan tempe.

“Sayur dan buah juga wajib dikonsumsi karena kaya serat dan vitamin yang membantu menjaga sistem pencernaan serta meningkatkan daya tahan tubuh,” ungkap dokter gigi kelulusan tahun 1991 itu.

Lemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan dapat ditambahkan dalam porsi kecil sebagai cadangan energi tambahan.

Perkuat Imunitas Lewat Pilihan Makanan

Untuk menjaga kekebalan tubuh selama puasa, Dinkes DKI menganjurkan konsumsi makanan padat nutrisi atau superfood yang kaya antioksidan, seperti kunyit, jahe, bawang putih, serta yogurt.

Buah yang mengandung vitamin C dan E, seperti jeruk, stroberi, dan kacang almond, juga dianjurkan guna membantu menjaga imunitas tubuh.

Baca juga: Daftar Produk AS Tak Wajib Sertifikat Halal, Singgung Hasil Rekayasa Genetika

Sebaliknya, masyarakat diimbau menghindari makanan instan atau ultra-processed karena umumnya tinggi garam dan lemak yang dapat menurunkan kualitas kesehatan tubuh.

Pentingnya Hidrasi Saat Sahur

Kebutuhan cairan juga menjadi perhatian utama. Warga dianjurkan minum minimal dua hingga tiga gelas air putih saat sahur untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa sekitar 13 jam.

Konsumsi buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, apel, melon, dan pepaya juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Dinkes turut mengingatkan agar menghindari makanan terlalu asin, terlalu manis, pedas, maupun bersantan saat sahur karena dapat memicu rasa haus berlebihan serta gangguan pencernaan.

Menu Berbuka: Bertahap dan Tidak Berlebihan

Saat berbuka puasa, Ani menyarankan masyarakat memulai dengan air putih atau air kelapa muda untuk mengganti cairan dan elektrolit tubuh.

ANI RUSPITAWATI
ANI RUSPITAWATI-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memberikan tips tak terlalu lapar dan haus saat puasa

Konsumsi dua hingga tiga butir kurma dianjurkan sebagai sumber glukosa alami untuk mengembalikan energi secara cepat. Takjil sehat seperti salad buah, sop buah tanpa gula berlebih, atau yogurt juga menjadi pilihan yang lebih baik.

“Setelah itu, konsumsi makanan hangat atau berkuah seperti sup sayur atau sup ayam agar lambung tidak kaget setelah seharian kosong,” jelas wanita yang pernah menjalani praktik di Puskesmas Makasar Jakarta Timur itu.

Menu utama sebaiknya tetap mengandung karbohidrat kompleks, protein rendah lemak seperti ikan panggang atau ayam rebus, serta sayuran. Gorengan dianjurkan untuk dibatasi agar tidak menimbulkan rasa begah dan gangguan pencernaan.

Tetap Aktif dan Istirahat Cukup

Selain pola makan, Dinkes DKI juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat selama Ramadan. Aktivitas fisik tetap dianjurkan dengan durasi sekitar 150 menit per minggu atau 30 menit per hari dengan intensitas ringan hingga sedang.

Olahraga dapat dilakukan sebelum sahur, menjelang berbuka, maupun setelah salat tarawih.

Masyarakat juga diingatkan untuk mengatur waktu istirahat dengan baik, termasuk tidur siang singkat atau power nap guna mengganti waktu istirahat yang berkurang akibat sahur dan ibadah malam.

Sebagai pelengkap, konsumsi multivitamin dapat dilakukan bila diperlukan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

“Pastikan kebutuhan nutrisi seimbang antara serat, protein, dan karbohidrat terpenuhi agar tubuh tetap bugar selama Ramadan,” tutup Ani.(m27)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved