Selasa, 9 Juni 2026

Cuaca Jakarta

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Waspada Hujan Lebat di Jakarta hingga 1 Februari

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Waspada Hujan Lebat di Jakarta hingga 1 Februari, Cek Selengkapnya

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
BANJIR JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan terjadinya sejumlah genangan di berbagai titik pada Senin (12/1/2026).(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

“Gelombang dengan kategori tinggi (2,5–4,0 meter) di sekitar wilayah Selat Sunda Selatan Lampung, Selat Sunda Barat Pandeglang, Perairan Selatan Banten–Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Lampung dan Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat,” katanya.

BMKG memprediksi kondisi gelombang tersebut akan meningkat hingga 24 Januari 2026 dan mulai berangsur menurun pada 25 Januari 2026 seiring perubahan dinamika cuaca.

Di sektor penerbangan, potensi hujan lebat dan awan Cumulonimbus juga menjadi perhatian serius.

“Pada sektor penerbangan, salah satunya dengan adanya potensi hujan lebat dan awan Cumulonimbus menyebabkan hujan disertai petir, yang memicu penurunan jarak pandang (visibility) secara drastis,” jelas Andri.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gangguan operasional penerbangan.

“Yang berakibat pada penundaan (delay), pengalihan penerbangan (divert), hingga pembatalan jadwal,” lanjutnya.

Tak hanya di udara, operasional di darat pun terdampak akibat genangan di landas pacu dan gangguan akses menuju bandara.

“Sehingga penumpang disarankan untuk memantau status penerbangan secara berkala dan berangkat lebih awal guna mengantisipasi keterlambatan,” tutur Andri.

Waspada banjir

Terkait hal itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.

“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (28/1/2026).

BPBD DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk secara rutin memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi banjir melalui kanal informasi resmi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Warga dapat memantau tinggi muka air secara real time melalui laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel serta pembaruan informasi banjir melalui pantaubanjir.jakarta.go.id.

Selain memantau informasi cuaca, masyarakat diimbau untuk menyiapkan perlengkapan darurat, seperti payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana guna mengantisipasi kondisi darurat saat hujan lebat.

Isnawa juga mengingatkan warga agar segera menghubungi call center Jakarta Siaga 112 apabila mengalami kondisi darurat atau membutuhkan bantuan.

Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

“BPBD DKI Jakarta memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di ibu kota,” tandasnya. (m27)

 

 

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved