Rabu, 15 April 2026

Cuaca Jakarta

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Waspada Hujan Lebat di Jakarta hingga 1 Februari

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Waspada Hujan Lebat di Jakarta hingga 1 Februari, Cek Selengkapnya

Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
BANJIR JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan terjadinya sejumlah genangan di berbagai titik pada Senin (12/1/2026).(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

Laporan Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda ibu kota hingga 1 Februari 2026.

Warga Jakarta diminta bersiaga penuh terhadap ancaman banjir dan gangguan transportasi.

Berdasarkan data BMKG, puncak musim hujan ini dipicu oleh fenomena atmosfer yang cukup kompleks, termasuk aktifnya Monsun Asia dan munculnya bibit siklon tropis.

Baca juga: Pilu! 23 Marinir Tertimbun Longsor Saat Latihan di Cisarua, 4 Gugur 19 Masih Dalam Pencarian

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan bahwa dinamika atmosfer skala global, regional, hingga lokal saat ini masih mendukung terjadinya hujan dengan intensitas signifikan.

“Selama periode musim hujan, khususnya bulan Januari dan Februari untuk sebagian wilayah Indonesia potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dengan intensitas yang bervariasi bergantung pada fenomena pemicunya,” ujar Andri saat dihubungi Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, salah satu pemicu utama cuaca ekstrem adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria.

Sistem tersebut membentuk dan memperkuat daerah konvergensi di wilayah selatan Indonesia.

Selain itu, aktifnya Monsun Asia turut memperparah kondisi cuaca dengan membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan menuju Indonesia.

“Aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembab dari Laut Cina Selatan, bergerak ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata dan diperkuat dengan adanya seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia hingga melewati ekuator mencapai Pulau Jawa,” kata Andri.

Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya indeks surge dan CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) dalam beberapa hari terakhir.

“Aliran monsun Asia ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian selatan,” tambahnya.

Cuaca signifikan ini juga berdampak luas pada sektor transportasi, baik pelayaran maupun penerbangan. Di sektor pelayaran, BMKG mencatat adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan, termasuk wilayah Jabodetabek.

“Pada sektor pelayaran hal ini mempengaruhi potensi ketinggian gelombang, khususnya di Jabodetabek, terdapat potensi gelombang sedang (1,25–2,5 meter) di sekitar wilayah Teluk Jakarta dan Perairan Kepulauan Seribu,” ungkap Andri.

Sementara itu, gelombang dengan kategori tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan lainnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved