Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional

Dari Ganjar hingga Ahok, Ini Alasan Para Mantan Gubernur Tolak Hapus Pilkada Langsung

Sejumlah mantan Gubernur di Indonesia mengungkapkan alasannya menolak penghapusan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
KUNJUNGAN AHOK- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok berkunjung ke Balai Kota Jakarta, Rabu (21/5/2025).(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

"Nah pada saat itu ujian-ujian, judicial review ke Mahkamah Konstitusi juga sudah mengatur bahwa ini rezim pemilu. Maka langsung."

"Kalau kita mau reduksi lagi, rasanya kita akan mengalami kemudian pada soal itu. Jadi sikap PDI perjuangan sangat jelas. Kita dukung pemilihan kepala daerah secara langsung," tuturnya.

Sebelumnya, Golkar mengusulkan pilkada melalui Dewan DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitik beratkan pada keterlibatan dan partisipasi publik dalam proses pelaksanaannya.

“Kami yakin pilkada lewat DPRD lebih tepat. Tapi ini perlu kajian mendalam,” kata Bahlil dalam sambutannya di puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Wacana pilkada melalui DPRD muncul kembali awal 2026, dipicu alasan efisiensi biaya dan efektivitas pemerintahan.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved