Minggu, 14 Juni 2026

Berita Nasional

Kepada Buruh, Istana Janji Panggil Pramono Anung dan Dedi Mulyadi

Pihak Istana Negara berjanji akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Miftahul Munir/Warta Kota
DEMO - Ratusan massa buruh kembali demo di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025). Mereka masih menuntut UMK dan UMSK yang tidak sesuai. (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 

Sejumlah perwakilan yang telah ditunjuk oleh orator, kemudian bergegas menuju istana untuk membahas terkait UMP dan UMSK 2026.

Sementara, ratusan buruh lainnya masih menunggu di depan Tower BSI sembari melantunkan beberapa lagu perjuangan.

Meski diguyur hujan, tapi para buruh tetap bertahan di lokasi dengan berteduh dari banner maupun spanduk yang dibawa.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) didukung oleh Partai Buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025) siang.

Baca juga: Buruh: Pak Prabowo Jangan Perlakukan Buruh Seperti Musuh!

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, hari ini ada sekira 5.000 sampai 10.000 massa buruh dari Jawa Barat menuju Jakarta yang akan konvoi naik sepeda motor menuju Patung Kuda.

"Mereka menyuarakan satu hal saja: mengembalikan nilai kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang dirubah, dihilangkan, atau dikurangi oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM)," kata Said Iqbal, Senin. 

Dalam aksi pertama, buruh sempat mendapatkan tindakan tidak menyenangkan dari pemerintah melalui Polisi pada Senin (29/12/2025).

Pasalnya buruh sempat diusir dengan cara tidak manusiawi dengan mendorong buruh dan menderek mobil komando. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengingatkan Presiden RI Prabowo Subianto agar tidak memperlakukan buruh dan demonstran layaknya penjahat. 

Said Iqbal tidak terima pemerintah melalui kepolisian menunjukkan pendekatan militeristik terhadap demonstran.

Di mana mobil komando buruh diderek dan peserta aksi didorong.

Menurut Said Iqbal, ini tanda-tanda Indonesia sudah kembali ke zaman militeristik.

“Hari ini kami dipertontonkan bagaimana mobil komando peserta aksi diderek dan peserta didorong. Ini sudah kembali ke zaman militeristik,” ujarnya, Senin.

Said juga menegaskan seyogyanya aksi demonstrasi digelar di depan Istana Negara yang menjadi tempat rakyat, termasuk buruh, menyampaikan aspirasi.

Seharusnya kata Said, Istana tidak boleh menjadi tempat yang sakral dan terbuka untuk didatangi rakyat.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved