Makan Bergizi Gratis
Nanik Sudaryati Deyang Pastikan MBG Sentuh Kelompok Paling Rentan
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Pastikan MBG Sentuh Kelompok Paling Rentan
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Ada harapan baru yang mengalir ke jutaan warga Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini resmi diperluas penerimanya menyentuh kelompok paling rentan: lansia, pemulung, anak jalanan, disabilitas, anak putus sekolah, hingga masyarakat miskin.
Perluasan ini ditegaskan langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangan resminya.
Baca juga: BGN Kerahkan Ratusan SPPG Bantu Pengungsi di Aceh dan Sumatera, Dadan Hindayana: Turut Prihatin
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, yang menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk memastikan bahwa makanan bergizi tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Jangan Ada Lagi Anak Indonesia yang Tidak Bisa Makan
Dalam pernyataannya, Nanik mengingat kembali pesan utama Presiden Prabowo Subianto:
“Ketika program MBG dirancang, Pak Prabowo ingin seluruh siswa bisa makan makanan bergizi agar tumbuh dengan baik. Jangan sampai ada anak Indonesia yang tidak bisa makan," kata Nanik S Deyang.
Namun presiden tidak berhenti di situ. Ia mengarahkan agar MBG juga menjangkau mereka yang tercecer dari sistem:
- Disabilitas
- Lansia
- Anak pemulung
- Anak jalanan
- Anak putus sekolah
- Seluruh kelompok masyarakat miskin.
Baca juga: MBG Efektif Ringankan Beban Orang Tua Siswa PAUD Mawar di Cijantung
Menurut Nanik, perluasan ini bukan sekadar kebijakan, melainkan komitmen moral untuk mengangkat martabat manusia dan memastikan setiap orang, tanpa memandang latar belakang, mendapatkan kesempatan menikmati makanan bergizi yang layak.
Tenaga Pendidik dan Penggerak Masyarakat Juga Diprioritaskan
Tidak hanya kelompok rentan, guru, ustadz, pengajar pesantren, serta santri pesantren salaf juga masuk ke dalam daftar penerima manfaat.
Hal ini menunjukkan bahwa negara menghargai para pendidik dan penggerak masyarakat yang selama ini berada di garis depan pembentukan karakter bangsa.
Baca juga: Berkah MBG, Cerita Peternak Ayam Petelur Asal Depok Kebanjiran Orderan Telur dari SPPG
Nanik juga menegaskan bahwa kader PKK dan posyandu akan menerima manfaat MBG, sebagai bentuk penghargaan terhadap para perempuan dan relawan yang selama ini bekerja tanpa lelah di akar rumput.
Pembangunan Fasilitas Gizi Nasional Terbesar dalam Sejarah
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan, perluasan MBG didukung dengan pembangunan besar-besaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disiapkan sebagai pusat distribusi gizi nasional.
Rencananya akan dibangun 8.200 titik SPPG di wilayah terpencil, di mana:
- 4.700 unit sedang dibangun
- 170 unit ditargetkan selesai Desember 2025
- Sekitar 20.000 titik tambahan segera aktif di wilayah aglomerasi.
Dengan percepatan pembangunan ini, pemerintah menargetkan bahwa 82,9 juta penerima dapat dijangkau pada Maret–April 2026 — sebuah lompatan besar dalam sejarah layanan gizi nasional.
Lebih dari 2 Miliar Porsi Telah Diproduksi
Presiden Prabowo pada akhir November menegaskan bahwa produksi makanan dari program MBG melampaui target, dengan total lebih dari 2 miliar porsi yang telah diberikan kepada masyarakat.
“Ini prestasi yang membanggakan,” ujar Presiden Prabowo.
Baca juga: Wamendagri Bima Arya: Dua Target Program MBG Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
| Chandra Rahmansyah Sidak Dapur Makan Bergizi Gratis di Cilodong, Ini Dugaan Pelanggarannya |
|
|---|
| Dugaan Keracunan Spageti MBG di Duren Sawit: 72 Siswa Dirawat, Pramono Turun Tangan |
|
|---|
| BGN Lakukan Validasi Data Penerima Manfaat MBG di Depok, 173 SPPG Terverifikasi |
|
|---|
| Kaji Program MBG, Tim Peneliti UI Ungkap Dampaknya bagi Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga |
|
|---|
| Gaji Dosen Masih Dibawah Rp3 Juta, PDIP Protes Keras Dana Pendidikan Disedot Rp223 Triliun Demi MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Nanik-S-Deyang-dan-Suami.jpg)