Berita Jakarta
Warga Halau Pemotor yang Melintasi Trotoar Gunakan Ular Pinton Sepanjang 4 Meter
Ia melepas seekor ular piton besar di atas trotoar untuk menghadang pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KRAMATJATI - Aksi unik dilakukan seorang pria lanjut usia bernama Subadri di Jalan Haji Bokir Bin Djiun, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2025) sore.
Ia melepas seekor ular piton besar di atas trotoar untuk menghadang pengendara sepeda motor yang melanggar aturan atau naik ke atas trotoar.
Dari pantauan lokasi, setiap sore pria itu menaruh ular piton berukuran empat meter dan tak ada pengendara yang berani naik ke troatoar karena takut digigit.
Subadri hanya berdiri di dekat ularnya yang dilepas sambil sesekali menghisap sabarang rokok di tangannya.
Baca juga: Polisi Tindak Pemotor yang Naik Trotoar di Jalan Margonda Depok
Subadri menceritakan, niat awal dirinya melepas ular peliharaannya bukan untuk menakut-nakuti orang yang melintas di sana.
Ia hanya ingin menjemur ular jenis piton peliharaannya di depan rumah, tapi karena banyak kendaraan sepeda motor yang naik ke trotoar Subadri sengaja melepasnya di sana.
"Akhirnya, saya pindahkan ke atas biar mereka (pengendara motor) enggak lewat," katanya, Selasa sore.
Subadri menerangkan, ular piton itu sudah ia rawat selama 13 tahun di rumahnya dan ia serta keluarganya begitu menyayangi peliharaannya.
Pria bergaris kaos merah putih itu memastikan, ular tersebut jinak dan seumur ia pelihara tidak pernah digigit.
"Orang yang naik motor naik ke sini, pilih putar arah untuk menghindari ular besar ini, dari pada digigit," tegasnya.
Baca juga: Aniaya Pengendara Lain di Jalan, Pemuda di Cibinong Ditangkap Polisi
Warga apresiasi Suabdri
Virda warga sekitar melihat aksi Subadri cukup ampuh untuk menertibkan para pengendara sepeda motor agar tak naik trotoar.
Ia biasanya berjalan di trotoar selalu terganggu dengan pengendara sepeda motor dan setelah aksi Subadri dilakukan merasa lengang.
"Sepi sekarang mah kalau sore, enggak ada pelanggar tuh yang enggak sabar sama macet naik trotoar," ungkapnya.
Virda berharap, aksinya itu bisa membuat pengendara motor sadar bahwa trotoar bukan jalur bagi kendaraan bermotor, tapi untuk pejakan kaki.
Menurutnya, pejalan kaki berhak merasa aman dan nyaman saat melintas di atas trotoar tanpa ada kendaraan yang melintas.
"Kalau semua disiplin, enggak perlu sampai pakai ular buat ngusir," singkatnya. (m26)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Subadri-melepas-ular-piton-di-Jalan-Haji-Bokir-Bin-Djiun.jpg)