Minggu, 7 Juni 2026

Depok Hari Ini

SMK Forward Nusantara Depok Perkuat Program Entrepreneur, Lulusannya Jadi Incaran Perusahaan 

SMK Forward Nusantara Depok Perkuat Program Entrepreneur, Lulusannya Jadi Incaran Perusahaan 

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
SEKOLAH DEPOK - Kepala SMK Forward Nusantara, Danan Wuryanto Pramono memberikan piala penghargaan kepada siswa dengan produk wirausaha terbaik. (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAPOS - SMK Forward Nusantara Depok memperkuat program entrepreneur untuk mencetak para pengusaha muda.

Tak hanya itu, para siswa juga disiapkan untuk memiliki potensi sesuai kebutuhan dunia industri.  

Kepala SMK Forward Nusantara, Danan Wuryanto Pramono menegaskan, pola pembelajaran di sekolahnya memang disusun untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia setelah lulus.

Baca juga: Siswa SMK di Bogor Diberhentikan Karena Merokok di Masjidil Haram, Berujung pada Laporan Polisi

Pramono menjelaskan, skema pembelajaran di SMK Forward Nusantara berbeda dari sekolah pada umumnya. 

Seluruh materi diselesaikan lebih awal, sehingga saat duduk di kelas 12 siswa fokus magang dan praktek kerja.

“Kelas 10 menyelesaikan materi kelas 10. Kelas 11 semester satu menuntaskan materi kelas 11, dan semester dua sudah menghabiskan materi kelas 12,” kata Pramono, Jumat (13/2/2026).

“Jadi saat kelas 12, anak-anak benar-benar praktik di dunia kerja, menyelesaikan ujian dan membuat laporan,” sambungnya.

Dengan pola tersebut, sebagian besar siswa kelas 12 sudah berada di perusahaan untuk bekerja. 

Bahkan, menurutnya, permintaan magang dari industri kerap tidak mampu dipenuhi seluruhnya.

“Untuk pemagangan saja kami sudah kewalahan memenuhi permintaan. Hampir semua terserap. Anak yang tidak dimagangkan biasanya karena masalah kedisiplinan atau kemampuan yang memang masih kurang,” ungkapnya.

Pramono mengatakan, perubahan paradigma menjadi kunci. Jika sebelumnya SMK identik dengan konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, Berwirausaha), kini pihaknya mendorong konsep BBM (Berwirausaha, Bekerja, Melanjutkan).

“Titik sentralnya sekarang adalah berusaha dulu. Kami dorong anak-anak berani memulai usaha sejak awal. Bukan hanya teori, tapi benar-benar praktik,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, sekolah menggandeng inkubator bisnis di Jakarta selama tiga bulan pertama pembinaan. Siswa mendapatkan pelatihan live streaming, public speaking, hingga strategi pemasaran digital.

Selanjutnya, siswa kembali mendapat pendampingan selama tiga bulan dari kreator dan praktisi bisnis, Aril Kurnia. Pramono menilai, Arli memiliki pendekatan bisnis yang realistis dan cocok untuk pelajar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved