Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Nyeri Haid Berlebihan Bisa Jadi Risiko Miom, Kenali Tanda-tandanya
Jangan Anggap Sepele Nyeri Haid Berlebihan Bisa Jadi Risiko Miom, Kenali Tanda-tandanya
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PONDOK CINA - Waspada bila mengalami nyeri hadi yang berlebihan. Sebab, hal itu bisa pertanda bahwa miom atau mioma uteri di sekitar rahim.
Dari data Global Health Data Exchange Uterine fibroids prevalence tahun 2019 menyebutkan bahwa angka kejadian mioma uteri di dunia mencapai 226 juta kasus dengan prevalensi mencapai 60-75 persen terjadi pada wanita berusia di atas 20-35 tahun.
Baca juga: Tingkatkan Bidang Kesehatan hingga Energi, UI Jalin Kolaborasi dengan Hadhramout University
Sedangkan data dari WHO tentang Maternal Mortality tahun 2014 menyatakan bahwa di Indonesia, kasus mioma uteri mencapai 49.598 dengan angka kasus mioma uteri di Indonesia sebesar 20
kejadian per 1000 wanita dewasa.
Mioma uteri menyumbang 2,39-11,7 persen dari total kasus rawat inap ginekologi sehingga mioma
uteri menjadi urutan kedua penyakit ginekologi tersering di Indonesia setelah kanker serviks.
Baca juga: Dari Depok untuk Dunia, 74 Persen Produk Kesehatan Pabrik Bayer di Cimanggis Diekspor ke 32 Negara
Apa itu miom atau mioma uteri?
Spesialis Obgyn Eka Hospital Depok, dr. Yoarva Malano, SpOG, menjelaskan, miom atau mioma uteri adalah tumor jinak (bukan kanker) yang tumbuh di dalam atau sekitar rahim (uterus).
Miom terbentuk dari jaringan rahim yang tumbuh secara abnormal.
Miom umumnya berisko terjadi pada wanita usia 30–50 tahun, terutama yang masih berada dalam masa reproduktif.
"Umumnya wanita usia 30-50 tahun terutama yang masih dalam masa reproduktif berisiko mengalami miom atau mioma uteri," kata dr. Yoarva.
Baca juga: Kabar Kecamatan Limo Depok, Tim Abdimas FIKES dan FT UPN Veteran Edukasi Kader Kesehatan Soal Susu
Menurut dr. Yoarva, terjadinya miom atau mioma uteri disebabkan oleh hormon Estrogen, hormon ini merangsang pertumbuhan lapisan rahim setiap siklus menstruasi.
Kemudian gaktor genetik. Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan miom lebih berisiko mengalaminya
Selanjutnya adalah berat badan berlebih atau obesitas. Lalu, menstruasi pertama pada usia terlalu muda dan gaya hidup kurang sehat (misalnya pola makan tinggi lemak hewani).
Penyebab Miom
- Hormon Estrogen, hormon ini merangsang pertumbuhan lapisan rahim setiap siklus menstruasi.
- Faktor Genetik, Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan miom lebih berisiko mengalaminya
- Berat badan berlebih atau obesitas
- Menstruasi pertama pada usia terlalu muda
- Gaya hidup kurang sehat (misalnya pola makan tinggi lemak hewani)
Baca juga: Melihat Rumah Kreatif Anak Istimewa di Depok, Ada Layanan Kesehatan hingga Pelatihan Keterampilan
dr. Yoarva mengatakan, ada gejala-gejala yang perlu diwaspadai oleh kaum perempuan Indonesia dengan keberadaan miom di sekitar rahim.
Di antaranya adalah haid banyak dan memanjang. Kemudian nyeri haids dan nyeri panggul berlebihan serta terjadinya pembengkakan pada ginjal
| Tips Menghilangkan Bulu Agar Hasil Lebih Maksimal dan Tahan Lama |
|
|---|
| APINDO, Brawijaya Hospital Depok dan BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Perlindungan Pekerja |
|
|---|
| JKN PBI Dinonaktifkan, Kantor BPJS Kesehatan Depok Membeludak, Pasien Cuci Darah Kebingungan |
|
|---|
| Burnout Perawat dan Ancaman Terhadap Keselamatan Pasien |
|
|---|
| Kanker Serviks: Luka Sunyi Perempuan Indonesia, HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Menjadi Kepastian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Gedung-Eka-Hospital-Margonda.jpg)